Langkah kedua, ceritanya harus nyambung atau koherensi. Ibarat kereta yang jalan dari pagi, siang, ke malam. Kalau dibilang pagi mandi lalu tiba-tiba salju turun, itu gak nyambung! Yang benar adalah: pagi mandi, lalu lanjut sarapan. Kalau urutannya pas, ceritanya jadi masuk akal.