Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah ngirim puluhan lamaran kerja atau beasiswa pakai CV bahasa Inggris, tapi nggak ada satu pun yang dipanggil interview? HRD mungkin skip karena bahasa Inggrisnya kaku.
Ubah mindset kamu! CV itu kayak brosur iklan, bukan buku harian. Jual fitur terbaik kamu, jangan cuma daftar onderdil pabrik.
Mulai dari header. Pastikan email profesional. Ganti email alay jadi nama lengkapmu, contohnya budi titik s at email dot com.
Bikin Professional Summary yang menjual. Contohnya, fresh graduate with two years experience. Rumusnya: status, pengalaman, dan nilai jual.
Bagian pendidikan, cukup tulis pendidikan terakhir dan IPK. Tinggalkan riwayat SD atau SMP, HRD nggak butuh itu.
Di bagian pengalaman, ubah gaya pasif jadi aktif. Contohnya, led a team of five. Selalu gunakan action verbs di awal kalimat.
Bikin pengalaman lebih konkret dengan metrik. Contohnya, increased ticket sales by twenty percent. Rumusnya: action verb, konteks, lalu hasil berupa angka.
Hati-hati jebakan Google Translate! Jangan terjemahkan kepanitiaan jadi committee-ing, salah besar. Gunakan committee member.
Untuk skills, fokus ke hard skill nyata seperti SEO Writing atau Figma. Hindari kata klise seperti hard worker.
Rangkuman! Dengan struktur yang rapi, action verbs, dan metrik angka, bersiaplah menerima email panggilan interview pertamamu!