Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Fitur
Pernahkah kamu melihat pesulap menarik taplak meja dengan kilat, tapi piring di atasnya tetap diam dan tidak jatuh? Ini terjadi karena hukum alam tentang gaya.
Fokus ke piring bermassa dua kilogram ini. Dia punya sifat kelembaman, alias malas berubah posisi saat tarikan super singkat. Jika tidak ada gaya luar, benda diam tetap diam. Secara matematis, sigma F sama dengan nol.
Jebakan nih! Banyak yang mengira mobil yang meluncur mulus dengan kecepatan konstan sepuluh meter per sekon pasti memiliki gaya dorong ke depan. Padahal, jika kecepatan konstan, resultan gayanya justru sama dengan nol.
Bagaimana jika gaya total tidak nol? Mendorong troli isi beras lima puluh kilogram butuh tenaga jauh lebih besar dibanding troli kosong. Ini Hukum kedua Newton, sigma F sama dengan m dikali a. Grafiknya linier antara gaya dan percepatan.
Coba kita hitung. Balok es licin lima kilogram diberi gaya dua puluh newton ke kanan. Berapa percepatannya? Masukkan ke rumus, dua puluh sama dengan lima dikali a. Percepatannya langsung didapat, empat meter per sekon kuadrat.
Hukum ketiga Newton bicara soal interaksi timbal-balik. Saat kaki perenang menendang air ke belakang sebagai aksi, air membalas mendorong tubuh ke depan sebagai reaksi. Rumusnya, F aksi sama dengan minus F reaksi.
Awas tertukar! Sering ada yang mengira gaya berat buku ke bawah dan gaya normal meja ke atas adalah aksi-reaksi. Salah! Keduanya bekerja di satu benda yang sama. Lihat tabel ini, aksi-reaksi wajib pada dua benda berbeda.
Kesimpulannya, piring pesulap selamat karena mempertahankan posisi di Hukum pertama, butuh tarikan lambat agar ada percepatan jatuh di Hukum kedua, dan interaksi piring-meja selalu berbalasan di Hukum ketiga.