Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah pusing mendadak atau berkunang-kunang pas berdiri terlalu cepat dari posisi rebahan? Itu karena sistem pompa dan pipa air di tubuhmu lagi telat merespons!
Bayangkan tubuhmu itu seperti kompleks perumahan. Ada pompa pusat yang terus berdetak, dan pipa air super panjang, saking panjangnya bisa seratus ribu kilometer kalau dibentangkan!
Pompa ini, alias jantung, sebenarnya adalah dua pompa yang bersebelahan. Bilik kiri memompa air kencang ke seluruh perumahan. Bilik kanan memompa lebih pelan ke filter air terdekat, yaitu paru-paru.
Nah, jenis pipanya juga beda. Arteri itu ibarat jalan tol bertekanan tinggi untuk darah yang keluar dari jantung. Kalau vena, itu jalan gang santai yang punya katup biar darah nggak turun lagi pas balik ke jantung.
Di ujung pipa terkecil, sel darah merah bertugas bagai kurir paket. Dia drop empat molekul oksigen di sel tubuh, lalu mengangkut sampah karbon dioksida untuk dibuang.
Secara resmi, ini disebut Peredaran Darah Besar, dari jantung ke seluruh tubuh lalu balik lagi. Dan Peredaran Darah Kecil, rutenya cuma dari jantung ke paru-paru lalu balik.
Hati-hati jebakan! Di buku teks, vena sering digambar biru. Tapi ingat, darah di vena itu tidak biru! Warnanya tetap merah, tapi merah gelap karena kehabisan oksigen.
Pernah cek tekanan darah dan dapat angka seratus dua puluh per delapan puluh? Angka seratus dua puluh itu sistol, saat pompa memeras kuat. Delapan puluh itu diastol, saat pompa rileks mengisi air lagi.
Jadi, pas kamu rebahan lalu berdiri mendadak, gravitasi menarik darah ke kaki. Jantung butuh waktu untuk menaikkan tekanan sistol di arteri agar kurir oksigen sampai ke otak. Makanya sempat pusing!