Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Fitur
Bayangkan tubuhmu adalah sebuah kota metropolis raksasa. Tahukah kamu bahwa warga asli yang menggerakkan kota ini, dari memproduksi energi hingga membuang sampah, semuanya berukuran kurang dari seujung rambutmu? Itulah sel.
Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil. Misalnya, satu sel Amoeba bisa berburu makan sendiri. Sama halnya, satu sel otot kita di laboratorium tetap bisa hidup dan bermetabolisme.
Hati-hati jebakan tokoh! Schleiden dan Schwann bilang semua makhluk tersusun dari sel. Tapi, Virchow yang menegaskan bahwa sel baru hanya lahir dari sel sebelumnya. Jangan sampai tertukar ya.
Kita bisa membagi sel jadi dua tipe. Prokariot seperti bakteri, DNA-nya berserakan tanpa pelindung. Sedangkan Eukariot seperti sel ususmu, DNA-nya tersimpan rapi di dalam brankas bernama membran inti.
Ingat jebakan ini! Prokariot memang tidak punya organel bermembran, tapi mereka tetap punya ribosom. Kenapa? Karena ribosom tidak bermembran dan sangat penting untuk membuat protein.
Coba perhatiin kasus ini. Ada spesimen berukuran empat puluh lima mikrometer, punya struktur bulat bermembran ganda, dan struktur hijau. Karena punya nukleus sejati, ini pasti sel Eukariot.
Di dalam eukariot, organel bekerja seperti pabrik. Resep DNA dibaca di Nukleus, lalu Retikulum Endoplasma Kasar memasak proteinnya, dan Badan Golgi bertugas mengemas serta mengirim enzim itu ke luar sel.
Untuk energi, sel mengandalkan Mitokondria sebagai pembangkit listrik. Oh ya, awas jebakan! Retikulum Endoplasma Halus bukan membuat protein kecil, melainkan memproduksi lemak dan mendetoksifikasi racun.
Jadi, seluruh aktivitas di kota metropolis tubuhmu tunduk pada teori sel. Tanpa sel prokariot maupun eukariot yang bekerja dan membelah, kota kehidupan ini akan berhenti berdetak.