Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernahkah kamu kehilangan poin UTBK cuma karena bingung bedanya jeruk bali dan kopi Gayo, atau kapan harus memakai huruf miring dan titik koma dalam satu kalimat?
Coba perhatiin. Kata jeruk bali pakai huruf kecil semua karena itu nama jenis buah. Tapi kopi Gayo, G-nya kapital karena merujuk pada nama geografi atau asal daerahnya.
Huruf kapital juga dipakai untuk kata sapaan langsung. Bandingkan kalimat ini. Silakan duduk, Bapak, pakai B kapital karena menyapa. Kalau Dia menjadi bapak yang baik, b-nya kecil.
Sekarang huruf miring. Kita harus memiringkan kata dari bahasa asing atau daerah. Misalnya kata download dari bahasa Inggris, atau sowan dari bahasa Jawa.
Huruf miring juga dipakai untuk menulis judul buku, majalah, atau koran di dalam kalimat. Contohnya, saat kamu menulis Saya membaca novel Laskar Pelangi.
Awas jebakan UTBK. Nama lembaga atau acara sering ditulis miring, padahal salah. Universitas Indonesia harus ditulis tegak, cukup huruf awalnya yang kapital.
Lanjut ke titik koma. Tanda ini bisa jadi pengganti kata hubung untuk memisahkan kalimat setara. Seperti, Ayah membaca koran titik koma ibu memasak di dapur.
Titik koma juga memisahkan bagian rincian yang sudah pakai koma. Misalnya memisahkan kelompok pakaian seperti kemeja koma celana, dengan kelompok alat dapur seperti panci koma wajan.
Jadi, pastikan minum kopi Gayo sambil baca majalah Tempo. Kuasai aturan ini, dijamin poin Literasi Bahasa Indonesia kamu aman.