Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kepikiran gimana pabrik tahu persis ada berapa miligram vitamin C di dalam sekotak jus jeruk tanpa harus mencicipinya?
Bayangin kamu menyorot senter ke gelas air bening — cahayanya tembus. Tapi kalau disorot ke gelas kopi pekat, cahayanya tertahan. Makin pekat, makin gelap.
Prinsip ini dipakai oleh spektrofotometer UV-Vis. Mesin ini menembakkan cahaya ke sampel dalam tabung kaca kecil yang disebut kuvet.
Coba perhatiin ke dalam mesin. Awalnya, mesin menembakkan tepat seratus 'partikel' cahaya, yang disebut I nol, ke arah sampel.
Di dalam cairan, molekul vitamin C itu kayak Pac-Man. Mereka 'memakan' sebagian partikel cahaya tersebut.
Dari seratus partikel, misalnya cuma tiga puluh yang lolos. Mesin mencatat tujuh puluh partikel yang hilang sebagai nilai Absorbansi.
Karena cairan yang dua kali lebih pekat akan menelan dua kali lebih banyak cahaya, muncullah Hukum Beer-Lambert: Absorbansi sebanding dengan konsentrasi.
Hati-hati, jangan tinggalkan sidik jari di kuvet! Cap jari ikut memakan cahaya. Mesin bakal tertipu dan mencatat konsentrasi jauh lebih tinggi dari aslinya.
Jadi, dengan menghitung cahaya yang hilang dimakan sampel, pabrik tahu pasti konsentrasi vitamin C dalam jusmu itu akurat.