Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernahkah kamu mau bikin sepuluh porsi martabak, tapi bingung butuh berapa butir telur kalau tepungmu cuma sisa dua kilo?
Nah, bayangkan ada resep pasti: dua mangkok tepung ditambah tiga butir telur sama dengan satu porsi martabak.
Di kimia, ini namanya reaksi. Tepung dan telur itu reaktan di sebelah kiri. Martabak itu produk di kanan. Angka resepnya disebut koefisien reaksi.
Tukang roti pakai lusin, tapi kimiawan pakai mol. Satu mol itu kayak satu paket besar isi partikel yang banyak banget.
Ingat, jumlah atom kiri dan kanan harus sama. Jadi, bukan H dua tambah O dua jadi H dua O, tapi dua H dua tambah satu O dua menjadi dua H dua O.
Gimana kalau kamu punya seratus mangkok tepung tapi cuma tiga butir telur? Tetap cuma jadi satu martabak, kan? Telur inilah penentu hasil akhirnya.
Di kimia, ini namanya pereaksi pembatas. Jika ada dua mol H dua dan sepuluh mol O dua, H dua akan habis duluan.
Awas jebakan! Jangan mengira zat dengan gram paling kecil pasti habis duluan. Kamu harus ubah dulu ke mol lalu dibagi koefisiennya.
Intinya, stoikiometri itu sekadar resep masak. Ubah ke mol, cek koefisien, dan cari siapa pembatasnya biar reaksimu sukses.