Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah bingung memilih antara nongkrong bareng teman atau belajar buat UTBK, tapi ujung-ujungnya malah scroll TikTok seharian?
Prinsip pertama, semua hal butuh pengorbanan atau trade-off. Uang saku pas-pasan, pilih beli kuota atau jajan boba? Nggak bisa dua-duanya.
Prinsip kedua, opportunity cost. Memilih tiga jam nongkrong berarti kamu membuang peluang untuk paham satu bab UTBK.
Hati-hati, banyak yang mikir biaya peluang cuma soal uang tunai. Padahal, waktu dan tenaga yang hilang adalah biaya yang paling sering diremehkan!
Prinsip ketiga, berpikir pada margin. Keputusan itu bertahap. Rela tidur telat satu jam demi nambah hafal lima kosakata Inggris? Itu margin.
Prinsip keempat, manusia merespon insentif. Ada gratis ongkir, kamu tiba-tiba checkout barang. Reaksi atas hadiah ini mengubah perilaku.
Prinsip kelima, perdagangan menguntungkan semua pihak. Kamu jago matematika, teman jago sejarah, kalian saling barter mengajari. Keuntungan bersama!
Prinsip keenam, pasar adalah tempat terbaik. Tukang seblak dan pembeli bisa bertransaksi lancar tanpa disuruh presiden. Harmoni berjalan alami.
Prinsip ketujuh, pemerintah bisa memperbaiki pasar. Kalau pabrik monopoli harga atau buang limbah sembarangan, polisi atau aturan harus turun tangan.
Prinsip kedelapan, standar hidup bergantung pada kapasitas produksi. Warga yang rajin bikin teknologi canggih seperti di Jepang, hidupnya lebih makmur.
Prinsip kesembilan, inflasi. Kalau pemerintah asal cetak triliunan uang baru dan dibagi-bagi, nilai uang jatuh, harga beras langsung meroket.
Prinsip kesepuluh, dilema besar negara. Kalau inflasi ditekan paksa, daya beli turun, pabrik rugi, lalu terjadi pengangguran. Ini trade-off jangka pendek.
Rangkumannya, menyadari sepuluh prinsip ini membantumu paham bahwa memilih scroll TikTok di awal tadi punya biaya peluang yang nyata bagi masa depanmu! Pilihlah dengan cerdas.