Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Selamat datang di materi persiapan Pengetahuan dan Pemahaman Umum. Hari ini kita akan membedah topik pembentukan kata, khususnya mengenai makna imbuhan dan konsep dasarnya.
Mari kita lihat kata dasar baca. Dari satu kata ini, kita bisa membentuk kata membaca, dibaca, hingga bacaan. Perhatikan bagaimana satu kata dasar yang sama dapat memiliki beragam makna setelah diberikan imbuhan.
Bayangkan kata dasar sebagai balok lego utama. Imbuhan seperti awalan me- berfungsi sebagai balok tambahan. Kehadiran imbuhan ini akan mengubah fungsi serta arah makna dari kata dasar tersebut.
Prasyarat utamanya adalah kita harus mampu mengenali kata dasar. Lihat kata penyalahgunaan. Kata ini sebenarnya terdiri dari banyak bagian, yaitu awalan pe-, bunyi ny, kata dasar salah, kata dasar guna, dan akhiran an.
Jangan sampai tertukar ya! Imbuhan atau afiks seperti me-, di-, dan akhiran an berfungsi mengubah makna kata. Ini berbeda dengan partikel atau klitika seperti lah, kah, dan pun yang fungsinya hanya sebagai penegas.
Secara definisi, afiksasi adalah proses pembubuhan imbuhan pada kata dasar untuk membentuk kata baru yang disebut kata turunan. Rumusnya sederhana: kata turunan sama dengan afiks ditambah kata dasar.
Mengapa kita memakai imbuhan? Pertama, untuk mengubah jenis kata seperti verba menjadi nomina. Kedua, mengubah fokus antara aktif dan pasif. Ketiga, memberi nuansa seperti sengaja atau tidak, dan keempat, menyatakan jumlah melalui reduplikasi.
Ada empat jenis imbuhan: prefiks atau awalan seperti me-, di-, dan ber-. Sufiks atau akhiran seperti kan, an, dan i. Konfiks atau imbuhan apit seperti ke-an dan pe-an. Serta infiks atau sisipan seperti el, em, dan er.
Pahami logika maknanya. Imbuhan me- atau ber- biasanya bermakna melakukan tindakan aktif. Imbuhan di- atau ter- bermakna dikenai tindakan atau pasif. Sedangkan pe- atau ke- biasanya merujuk pada subjek pelaku atau hasil.
Ada pula proses morfofonemik pada awalan me-n. Contohnya, me ditambah tulis menjadi menulis karena huruf t luluh. Me ditambah baca menjadi membaca. Me ditambah sapu menjadi menyapu, dan me ditambah kail menjadi mengail.
Mari lihat contoh pertama, yaitu prefiks me- pada kata memasak. Kata ini berasal dari me- ditambah masak, yang memiliki makna melakukan suatu pekerjaan atau tindakan tertentu.
Contoh kedua adalah sufiks -an pada kata timbangan. Dari kata timbang ditambah akhiran an, maknanya bisa merujuk pada alat untuk menimbang atau bisa juga berarti hasil dari kegiatan menimbang.
Contoh ketiga, prefiks pe-. Kata pelukis bermakna orang yang melukis, sedangkan penyapu bermakna alat untuk menyapu. Jadi, awalan pe- bisa bermakna orang atau alat tergantung pada konteks katanya.
Contoh keempat adalah konfiks ke-an pada kata kedinginan. Kata ini menunjukkan keadaan atau menderita sesuatu, bukan sekadar kata sifat biasa.
Contoh kelima, prefiks ter-. Tertidur berarti tidak sengaja, terbawa berarti sudah di- atau bersifat pasif, dan terbaik berarti paling atau superlatif. Hati-hati, karena konteks kalimat sangat menentukan maknanya!
Dalam aplikasi soal UTBK, jika ditanya apa makna kata penyederhanaan, jawabannya adalah proses membuat jadi sederhana. Hal ini karena konfiks pe-an memang sering menyatakan sebuah proses.
Inilah cara cepat mencari kata dasar: pertama, buang akhiran. Kedua, buang awalan. Ketiga, jika terjadi peluluhan, kembalikan ke huruf asli yaitu k, t, s, atau p.
Kesalahan umum sering terjadi pada hukum K-T-S-P. Menulis mempesona itu salah, yang benar adalah memesona. Huruf p luluh jika diikuti vokal karena rumus me-n ditambah p-vokal menjadi mem-.
Sebagai rangkuman: imbuhan mengubah jenis dan makna kata. Pahami proses luluh K-T-S-P pada awalan me-n. Ingat bahwa konteks kalimat adalah kunci makna, dan bedakan imbuhan dengan partikel penegas.
Sekarang kamu sudah siap menaklukkan bagian PPU di UTBK! Teruslah berlatih mengerjakan soal-soal pembentukan kata agar semakin terbiasa.
Semangat belajarnya, teman-teman. Sampai jumpa di video pembelajaran berikutnya!