Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Fitur
Pernahkah kamu melihat kafe yang desainnya sangat estetik dan ramai di bulan pertama, tapi bangkrut enam bulan kemudian? Kenapa ya? Biasanya karena pelayannya sering bertengkar dan stok kopinya selalu habis. Ide bagus butuh manajemen internal yang kuat.
Mari kenalan dengan POAC. Tahap awal adalah Planning dan Organizing. Planning itu seperti menetapkan target rilis aplikasi dalam enam bulan. Lalu Organizing, membagi tim menjadi tiga programmer dan dua desainer.
Setelah persiapan, masuk ke Actuating dan Controlling. Actuating adalah eksekusi nyata, seperti rapat mingguan untuk menyemangati tim. Controlling adalah mengecek apakah fitur benar-benar selesai sesuai jadwal yang dibuat tadi.
Coba kita analisis kasus ini. Cacat produksi sepatu di pabrik naik lima persen. Manajer lalu mengganti mesin potong yang tumpul. Ini adalah contoh fungsi apa? Ya, ini adalah penerapan fungsi Controlling.
Hati-hati, banyak yang tertukar antara Organizing dan Actuating. Membuat bagan jabatan di atas kertas itu Organizing. Tapi, mentraktir kopi agar karyawan tidak malas, itu adalah interaksi manusia, alias Actuating.
Fungsi Actuating sangat bergantung pada gaya kepemimpinan. Ada gaya Otokratis, bos yang memaksa satu desain tanpa diskusi. Ada juga Demokratis, bos yang mengajak tim voting warna bersama-sama.
Gaya ketiga adalah Laissez-faire atau delegasi penuh. Direktur iklan membiarkan desainer bebas kerja dari rumah kapan saja, asalkan target klien selesai. Pemimpin sama sekali tidak ikut campur.
Lalu, gaya mana yang terbaik? Bayangkan pasien darurat membludak di UGD. Dokter kepala memberi instruksi tanpa diskusi. Ini Otokratis, dan sangat tepat karena butuh tindakan instan. Tidak semua gaya cocok di setiap kondisi.
Kesimpulannya, kafe estetik di awal tadi tidak akan bangkrut jika manajernya menerapkan siklus POAC yang disiplin, dan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan karakter karyawannya. Manajemen internal adalah kunci.