Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernahkah kamu membayangkan, bagaimana sebuah buku hukum dari seribu empat ratus tahun lalu tidak pernah direvisi satu kata pun, tapi tetap menjadi pedoman hidup miliaran orang hari ini?
Bukan sekadar teks inspiratif, Al-Qur'an adalah Kalamullah atau firman Allah berbahasa Arab yang dibawa Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad.
Pernah main pesan berantai yang ujungnya selalu salah? Nah, Al-Qur'an diturunkan secara mutawatir. Jutaan orang menghafal teks yang sama persis dari generasi ke generasi, jadi mustahil diubah.
Bahkan, Allah sendiri yang menjamin keasliannya. Dalam Surah Al-Hijr ayat sembilan, disebutkan bahwa Allahlah yang menurunkannya dan pasti memeliharanya.
Sering salah kaprah nih! Mengira Makkiyah dan Madaniyah itu murni soal tempat turunnya. Padahal, ini soal waktu, sebelum atau sesudah hijrah. Totalnya ada tiga puluh juz, seratus empat belas surah.
Ibarat UUD empat lima sebagai hukum tertinggi negara, Al-Qur'an adalah UUD-nya Islam. Ia adalah sumber hukum tertinggi, semua aturan lain harus merujuk ke sini.
Kenapa sangat kuat? Karena ada I'jaz atau kemukjizatan. Al-Qur'an menantang sastrawan terhebat untuk membuat satu surah saja yang menandinginya, tapi tidak ada yang mampu.
Jadi, transmisi mutawatir, jaminan keaslian, dan I'jaz inilah yang menjawab kenapa buku dari ribuan tahun lalu ini valid menjadi sumber hukum tertinggi umat Islam.