Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Fitur
Pernahkah kamu perhatikan kenapa saat harga cabai melonjak, ibu-ibu di pasar mendadak beli sedikit, tapi saat harganya anjlok, mereka langsung memborong?
Itulah hukum permintaan. Saat harga naik, kuantitas yang diminta akan turun. Hubungan terbalik ini membuat kurva permintaan meluncur turun dari kiri atas ke kanan bawah.
Secara matematis, fenomena ibu-ibu tadi dirumuskan dengan fungsi linear Q d sama dengan a dikurang b P. Tanda minus menunjukkan arah kurva yang menurun.
Mari kita hitung. Jika fungsi permintaannya adalah 150 dikurang 3 P, dan harga cabai adalah 25, kita substitusikan nilainya. Hasilnya, kuantitas yang diminta adalah 75 unit.
Sekarang, bayangkan kamu adalah petani. Tentu kamu lebih semangat panen dan menjual lebih banyak saat harga sedang mahal demi untung besar, kan?
Inilah hukum penawaran. Karena hubungannya searah, kurva penawaran naik dari kiri bawah ke kanan atas, dengan rumus Q s sama dengan minus a ditambah b P.
Misal pabrik sepatu punya fungsi minus 50 ditambah 5 P. Jika ingin menjual 100 pasang, kita pindah ruas, sehingga 5 P sama dengan 150, didapatlah harga 30.
Kurva juga bisa bergeser loh. Misalnya menjelang Lebaran, permintaan melonjak meski harga tetap. Ini menggeser kurva ke kanan karena faktor non-harga.
Hati-hati! Di matematika, variabel bebas ada di sumbu X. Tapi di ekonomi, harga P wajib di sumbu vertikal, dan kuantitas Q di sumbu horizontal.
Jadi, drama ibu-ibu memborong cabai dan semangatnya petani saat panen adalah bukti nyata bekerjanya kekuatan permintaan dan penawaran di pasar!