Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Halo semuanya! Hari ini kita akan membahas kesalahan penulisan kalimat yang sering dianggap benar padahal keliru. Kita akan membedah empat poin utama, yaitu pleonasme atau pemborosan, kalimat tanpa subjek, penggunaan konjungsi ganda, dan penulisan kata depan di.
Pertama, pleonasme atau pemborosan kata. Ini terjadi saat kita menggunakan dua kata bermakna sama sekaligus. Perhatikan contoh ini. Kalimat para guru-guru datang itu salah. Agar benar, gunakan salah satu saja, menjadi para guru datang atau guru-guru datang.
Kedua adalah kalimat tanpa subjek. Kata depan di awal kalimat sering kali menghilangkan fungsi subjek. Contoh salahnya adalah, dalam rapat itu membicarakan. Kata dalam membuat rapat menjadi keterangan. Kalimat yang benar adalah rapat itu membicarakan sesuatu.
Ketiga, hindari konjungsi ganda yang mubazir. Jangan gunakan dua kata hubung sekaligus seperti meskipun sakit tetapi ia tetap belajar. Pilihlah salah satu, meskipun sakit ia tetap belajar, atau ia sakit tetapi tetap belajar.
Keempat, cermati penulisan kata di. Jika menunjukkan tempat, harus ditulis terpisah seperti di rumah, di sekolah, atau di sana. Namun, jika diikuti kata kerja, harus digabung, contohnya dimakan, dilihat, dan dipukul.
Kesimpulannya, hindari pengulangan makna, pastikan ada subjek dan predikat, pilih satu konjungsi saja, dan cermati penulisan kata di. Semangat belajar ya!