Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Hari ini kita akan membahas gaya bahasa atau majas dalam materi Pengetahuan dan Pemahaman Umum UTBK. Mengapa gaya bahasa itu penting? Karena dalam UTBK, soal sering kali menanyakan maksud tersirat dari sebuah kalimat.
Mari kita perhatikan peta konsep majas berikut ini. Secara garis besar, majas atau gaya bahasa terbagi menjadi empat kelompok utama, yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, dan majas penegasan.
Sebagai analogi, bayangkan bumbu masakan. Kalimat dasar adalah bahan utamanya, sedangkan majas adalah topping yang memperindah makna tanpa harus mengubah bahan atau inti utama dari kalimat tersebut.
Prasyarat utamanya adalah memahami beda denotasi dan konotasi. Denotasi adalah makna kamus atau makna asli, contohnya bunga di taman. Sedangkan konotasi adalah makna kias atau makna tambahan yang memberikan kesan tertentu.
Ada mitos yang mengatakan majas hanya ada di puisi. Faktanya, majas tersebar luas di berita, pidato, bahkan dalam percakapan harian kita sehari-hari.
Pertama, majas perbandingan yang membandingkan dua hal karena adanya kemiripan. Jenis yang populer adalah personifikasi di mana benda mati seolah hidup, metafora untuk perbandingan langsung tanpa kata hubung, dan simile yang menggunakan kata eksplisit seperti bagai, bak, atau laksana.
Lalu, mengapa metafora bisa berhasil? Secara logika, buku sebagai subjek A memiliki sifat yang mirip dengan jendela, sehingga kita bisa menghubungkan keduanya untuk memberikan makna baru.
Kedua, majas pertentangan yang menyatakan hal berlawanan atau dilebihkan. Ada hiperbola untuk melebih-lebihkan kenyataan, litotes untuk merendahkan diri sebagai kebalikan hiperbola, dan paradoks untuk pernyataan yang seolah bertentangan.
Ketiga adalah majas sindiran. Terdiri dari ironi yang menyatakan sebaliknya secara halus, sinisme yang merupakan sindiran terang-terangan, dan sarkasme yang sindirannya sangat kasar atau menyakitkan.
Jika kita lihat hierarki tingkat kekasarannya, majas sindiran dimulai dari ironi yang paling halus, lalu meningkat ke sinisme, hingga mencapai titik paling kasar yaitu sarkasme.
Mari lihat contoh pertama untuk personifikasi. Pada kalimat ombak berkejar-kejaran, subjek ombak adalah benda mati, namun diberikan predikat berkejar-kejaran yang merupakan sifat manusia. Jadi, kesimpulannya ini adalah personifikasi.
Contoh kedua, bandingkan metafora dan simile. Kalimat wajahnya bagai bulan kesiangan adalah simile karena ada kata bagai. Sedangkan kalimat ia adalah bintang kelas adalah metafora. Tipsnya, selalu cari kata hubung perbandingannya.
Contoh ketiga adalah hiperbola dalam kalimat suaranya membelah langit. Faktanya, suara manusia tidak bisa membelah langit. Fungsinya hanyalah untuk menekankan betapa keras suara itu.
Contoh keempat adalah litotes, seperti kalimat terimalah hadiah kecil ini. Padahal hadiahnya mungkin saja sangat mahal. Tujuannya adalah untuk sopan santun atau merendahkan diri.
Sekarang coba soal UTBK ini. Kalimat yang menggunakan majas paradoks adalah pilihan B, yaitu di tengah keramaian itu, ia merasa kesepian. Karena ada pertentangan antara kondisi ramai dan perasaan sepi.
Majas juga sering digunakan dalam headline berita, baik itu menggunakan jenis metafora maupun hiperbola untuk menarik perhatian pembaca.
Gunakan metode cepat ini. Kata bak atau laksana berarti simile. Benda mati yang beraksi berarti personifikasi. Berlawanan secara logis berarti paradoks, dan yang melebih-lebihkan berarti hiperbola.
Hati-hati, jangan sampai salah tafsir! Jangan tertukar antara ironi dan sarkasme. Ingat bahwa sarkasme memiliki tujuan spesifik untuk menyakiti perasaan orang lain.
Ringkasan materinya adalah, majas memperindah makna, pahami kategori perbandingan, pertentangan, dan sindiran, fokus pada kata kunci dalam kalimat, serta bedakan makna denotasi dan konotasi.
Selamat belajar, para pejuang UTBK! Kuasai materi majas ini dan taklukkan soal Pengetahuan dan Pemahaman Umum.
Teruslah berlatih soal agar kemampuan analisis kalian semakin tajam. Sampai jumpa di video pembelajaran berikutnya!