Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kepikiran nggak, gimana caranya sebuah jeruk nipis yang ditusuk paku besi dan koin tembaga bisa tiba-tiba menyalakan lampu LED kecil saat mati lampu?
Nah, prinsip jeruk nipis tadi bisa kita lihat di dua gelas kimia ini. Ada batang seng dan tembaga yang dicelup ke cairan.
Coba perhatiin batang seng. Logamnya perlahan terkikis lebur ke air, sambil ngelepas elektron si kurir energi. Ini reaksi oksidasinya.
Elektron-elektron itu lalu berlarian lewat kabel menuju tembaga, bikin jarum voltmeter bergerak. Inilah arus listriknya!
Di sisi tembaga, ion biru di air bakal nangkep elektron tadi, trus nempel jadi kerak solid. Proses ini namanya reduksi.
Eh, tiba-tiba lampunya mati karena muatannya numpuk! Tenang, kita pasang jembatan garam buat netralin antreannya biar nyala lagi.
Awas jebakan! Jangan kira anoda itu selalu positif. Khusus sel volta, ingat KPAN: Katoda Positif, Anoda Negatif.
Kalau di soal UTBK, gambar tadi diringkas jadi notasi sel. Urutannya anoda dulu, garis dua untuk jembatan garam, baru katoda.
Balik ke jeruk nipis. Air asamnya itu merangkap jadi cairan elektrolit dan jembatan garamnya sekaligus. Keren kan, kimia bisa bikin listrik!