Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Kalau aturan sekolah bilang 'Semua siswa yang telat wajib lari keliling lapangan', dan hari ini Budi telat, apakah Budi pasti lari keliling lapangan? Hari ini kita bahas penalaran deduktif, logika yang mutlak pastinya.
Mari kita lihat logika sebab-akibat langsungnya. Aturan umumnya: kalau telat, pasti disuruh lari. Faktanya, Budi telat. Kesimpulan mutlaknya? Ya Budi pasti lari.
Pola ini di UTBK disebut Modus Ponens. Jika P maka Q. Kita tahu P terjadi. Maka kesimpulannya Q pasti terjadi.
Sekarang kita balik. Faktanya, Budi terlihat tidak sedang lari keliling lapangan. Berarti apa? Kesimpulannya, Budi pasti tidak telat.
Ini namanya Modus Tollens. Jika P maka Q. Tapi Q tidak terjadi, atau negasi Q. Kesimpulannya, P juga tidak terjadi, atau negasi P.
Gimana kalau ada dua aturan bersambung? Aturan satu: telat bikin disuruh lari. Aturan dua: lari bikin haus. Kesimpulannya? Siswa yang telat pasti haus.
Pola rantai ini disebut Silogisme. P menyebabkan Q, dan Q menyebabkan R. Kita bisa potong kompas kesimpulannya: P menyebabkan R.
Awas jebakan menegaskan akibat! Aturannya: telat bikin lari. Faktanya: Budi sedang lari. Apakah Budi pasti telat? Salah! Budi bisa saja sedang pelajaran olahraga. Q terjadi tidak menjamin P terjadi.
Di penalaran deduktif, kita pakai Modus Ponens, Tollens, dan Silogisme. Pastikan kesimpulanmu mutlak seperti nasib Budi yang telat tadi, bukan sekadar tebakan!