Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kepikiran nggak, gimana caranya makan daging ayam berotot bisa bikin otot binaragawan makin membesar, padahal cetakan DNA ayam dan manusia itu beda jauh?
Gini ceritanya. Daging ayam dipecah jadi balok-balok kecil asam amino di perut kita, lalu dirakit ulang jadi otot manusia sesuai buku resep DNA kita.
Bayangkan membongkar rumah Lego protein ayam untuk merakit robot Lego protein manusia. DNA adalah buku panduan rakitnya.
Tapi ada masalah lokasi nih. Buku panduan DNA ada di dalam brankas inti sel, tapi pabrik perakitannya si ribosom ada di luar brankas.
Solusinya, bos memfotokopi resepnya. Proses ini disebut transkripsi. DNA mencetak salinan resep sementara yang bisa dibawa keluar, disebut mRNA.
Aturan penerjemahan kodenya begini. Huruf DNA T, A, C difotokopi menjadi kode mRNA A, U, G. Ingat, A selalu berpasangan dengan U, C dengan G.
Setelah itu, salinan resep mRNA tiba di pabrik ribosom. Kurir tRNA datang membawa balok Lego asam amino yang sesuai dengan pesanan resep.
Kurir membaca resep per tiga huruf yang disebut kodon. Jika resepnya A, U, G, kurir menempelkan asam amino Metionin. Asam amino berjejer membentuk rantai otot.
Awas jebakan! Sering ada yang mengira DNA yang memproduksi protein. Salah besar! DNA tidak membuat apa-apa, ia hanya menyimpan informasi. Ribosom-lah mesin pembuat proteinnya.
Jadi intinya, protein ayam hancur jadi asam amino bebas, lalu DNA manusia difotokopi ke mRNA, dan ribosom merakit asam amino tadi jadi protein otot manusia baru!