Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kebayang nggak, kalau tubuh kamu dan layar HP yang lagi kamu tonton ini, sembilan puluh sembilan koma sembilan persen isinya sebenarnya cuma ruang kosong?
Biar kebayang, bayangkan sebuah stadion bola raksasa. Jika satu atom diperbesar sebesar stadion ini, inti atomnya itu cuma sebesar sebutir kelereng yang ada tepat di tengah lapangan.
Kelereng tadi isinya bola merah yang kita sebut Proton, dan biru yaitu Neutron. Terus, butiran debu yang terbang cepat di bangku penonton, itulah si Elektron.
Nah, kelereng di tengah stadion tadi itu sangat padat, beratnya setara jutaan mobil! Jadi, massa atom murni dihitung dari jumlah Proton ditambah Neutron, sedangkan massa elektron diabaikan.
Proton ini fungsinya kayak KTP buat atom. Punya enam proton pasti Karbon, punya tujuh puluh sembilan proton pasti Emas. Aturannya, jumlah proton sama dengan nomor atom yang jadi identitas unsur.
Awas jebakan! Jangan bayangkan elektron mengorbit rapi seperti planet. Faktanya, elektron bergerak sangat acak seperti segerombolan lebah, membentuk sebuah awan elektron.
Jadi, benda terasa padat cuma karena awan elektron antar atom saling tolak-menolak. Walau tubuh kita kumpulan ruang kosong, gaya listrik ini yang menahan kita agar tidak tembus pandang!