Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah bayangkan gimana jadinya kalau hari ini kita dipaksa berbahasa Jerman atau Jepang karena mereka menguasai dunia? Inilah risiko nyata dari konflik terbesar dalam sejarah.
Perang ini pecah tahun sembilan belas tiga puluh sembilan. Bayangkan, tank Jerman tiba-tiba menyerbu perbatasan Polandia. Aksi agresif ini memaksa Inggris dan Prancis bertindak.
Dunia terbelah dua kubu utama. Blok Poros: Jerman, Italia, dan Jepang. Lawannya adalah Sekutu: Inggris, Uni Soviet, dan Amerika Serikat.
Konflik meluas jadi Perang Dunia saat pesawat Jepang mengebom pangkalan militer Amerika di Pearl Harbor tahun empat puluh satu. Ini menarik Amerika Serikat masuk ke arena tempur.
Titik balik di Eropa terjadi di Stalingrad. Tentara Jerman membeku di musim dingin dan kehabisan makanan, akhirnya dihancurkan oleh perlawanan Uni Soviet.
Sementara di Pasifik, Amerika Serikat menenggelamkan empat kapal induk raksasa Jepang di Pertempuran Midway. Armada Jepang hancur berantakan.
Hati-hati jebakan soal ini! Banyak yang mengira Jepang menyerah HANYA karena bom atom. Faktanya, invasi dadakan jutaan tentara Uni Soviet ke Manchuria juga jadi alasan fatal.
Perang berakhir di tahun empat puluh lima. Runtuhnya Berlin di bulan Mei, disusul hancurnya Hiroshima dan Nagasaki di bulan Agustus, menutup konflik berdarah ini.
Kesimpulannya: Kemenangan Sekutu melahirkan PBB dan mencegah fasisme menguasai dunia. Namun, ini juga memicu era baru, yaitu Perang Dingin.