Sekarang, mari kita lihat contoh obat yang pertama, yaitu Labetalol. Labetalol adalah obat anti hipertensi yang memiliki dua pusat kiral. Berdasarkan rumus dua pangkat n, atau dua pangkat dua, maka terdapat total empat stereoisomer. Menariknya, konformasi r r bekerja sebagai beta blocker yang kuat, sedangkan konformasi s r justru bertindak sebagai alpha blocker yang kuat. Perbedaan bentuk memberikan efek terapi yang berbeda pula.