Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Hari ini kita akan membahas materi bahasa Inggris yang sering muncul di ujian, yaitu perbedaan antara Tone versus Author's Attitude. Mari kita pahami perbedaan dan jenisnya bersama-sama.
Mari kita lihat visualisasi konsepnya. Dari sebuah teks atau bacaan, muncul dua hal berbeda. Ada yang namanya tone atau suasana, dan ada pula attitude atau sikap penulis. Panah hijau menunjukkan tone, sedangkan panah merah menunjukkan attitude.
Agar lebih mudah, gunakan analogi musik. Tone itu ibarat melodi atau irama, seperti suasana sedih, ceria, atau tegang. Sedangkan attitude adalah perasaan komposer musiknya, apakah dia setuju, marah, atau mendukung sesuatu.
Ada tiga dasar pemahaman yang penting. Pertama, diction atau pilihan kata. Kedua, context atau situasi dalam teks. Dan ketiga, purpose atau tujuan utama penulis membuat teks tersebut.
Waspadai mitos versus fakta. Mitosnya, tone dan attitude itu dianggap sama. Faktanya, keduanya sangat berbeda sudut pandang. Jangan sampai tertukar ya saat mengerjakan soal nanti.
Mari kita masuk ke definisi. Tone adalah suasana atau suara dari sebuah teks, atau bagaimana teks tersebut terdengar di telinga pembaca. Contohnya bisa bersifat humoris, serius, atau sinis.
Sedangkan definisi Attitude adalah sikap atau perasaan penulis terhadap subjek yang dibahas. Apakah penulis setuju, menentang, atau netral? Contohnya seperti mendukung, kritis, atau skeptis.
Perbedaan utamanya adalah tone sama dengan atmosfer dari sebuah karya secara keseluruhan. Sementara itu, attitude sama dengan perasaan atau posisi personal dari sang penulis.
Lihat tabel perbandingan ini. Dari segi sifat, tone bersifat global atau umum, sedangkan attitude lebih spesifik atau personal. Fokus tone adalah rasa pada bacaan, sementara attitude fokus pada sudut pandang penulis.
Berikut adalah macam-macam jenis tone positif. Ada optimistic atau optimis dan yakin, appreciative yang artinya menghargai, joyful atau penuh kebahagiaan, serta encouraging yang sifatnya menyemangati.
Selanjutnya, ada jenis tone negatif. Contohnya adalah pessimistic atau pesimis, critical yang bersifat mengkritik, cynical atau sinis dan meragukan, serta indignant yang menunjukkan kemarahan atau rasa tidak puas.
Ada juga jenis tone netral. Ini meliputi informative atau memberi informasi, objective yang berdasarkan fakta, matter-of-fact yang apa adanya, serta descriptive yang tujuannya menggambarkan sesuatu.
Mari lihat contoh satu dalam analisis sederhana. Jika tone sebuah teks terasa damai atau romantis, maka attitude atau sikap penulisnya biasanya adalah appreciative atau rasa kagum.
Contoh dua pada teks ilmiah. Jika tone yang muncul terasa kritis atau skeptis, maka kita bisa menyimpulkan attitude penulisnya adalah disapproving atau tidak setuju dengan fenomena tersebut.
Contoh tiga dalam narasi sosial. Tone yang terasa pahit dan serius menunjukkan attitude penulis yang concerned atau peduli, atau bahkan condemning yang artinya mengutuk sebuah keadaan.
Contoh empat tentang sarkasme. Di sini tone yang digunakan adalah sarcastic atau ironis. Hal ini mencerminkan attitude penulis yang opposed atau menentang serta annoyed atau merasa terganggu.
Contoh lima mengenai dilema teknologi. Tone teks biasanya seimbang dan berhati-hati. Maka attitude penulisnya adalah cautious atau watchful, yaitu sikap yang sangat waspada dan teliti.
Ada beberapa kesalahan umum siswa. Pertama, menganggap tone dan attitude itu sama. Kedua, sering tertukar antara tone teks dengan emosi yang dirasakan pembaca. Ketiga, sering mengabaikan kata kunci seperti kata sifat dan kata keterangan.
Sebagai ringkasan, ingatlah bahwa tone adalah suasana bacaan, sedangkan attitude adalah sikap penulis. Gunakan kata sifat sebagai petunjuk utama dan selalu perhatikan konteks keseluruhan paragraf.
Selamat belajar dan semoga sukses untuk ujian UTBK kalian! Materi ini sangat penting untuk penguasaan literasi bahasa Inggris, khususnya bagian informasi tersirat atau implied information.
Terus berlatih dengan berbagai jenis teks agar semakin mahir menentukan suasana dan sikap penulis. Sampai jumpa di pembahasan selanjutnya!