Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo teman-teman! Hari ini kita akan melakukan analisis bintang menggunakan Hukum Wien. Kita amati dua fase: Fase A yang berwarna biru dengan panjang gelombang empat ratus nanometer, dan Fase B, si raksasa merah dengan seribu dua ratus nanometer.
Mari kita hitung suhu permukaan Fase A. Menggunakan rumus T sama dengan b per lamda maks, kita masukkan angkanya: dua koma sembilan kali sepuluh pangkat minus tiga dibagi empat ratus kali sepuluh pangkat minus sembilan. Hasilnya, suhu Fase A adalah tujuh ribu dua ratus lima puluh Kelvin.
Selanjutnya, kita hitung suhu permukaan Fase B. Dengan perhitungan dua koma sembilan kali sepuluh pangkat minus tiga dibagi seribu dua ratus kali sepuluh pangkat minus sembilan, didapatkan suhu sekitar dua ribu empat ratus enam belas koma tujuh Kelvin.
Lalu, bagaimana dengan daya totalnya? Berdasarkan Hukum Stefan-Boltzmann, P sama dengan sigma dikali e dikali A dikali T pangkat empat. Meskipun suhu T turun drastis, intensitas total P bisa tetap naik jika luas permukaan A bertambah sangat besar.
Kesimpulannya, suhu Fase A adalah tujuh ribu dua ratus lima puluh Kelvin dan Fase B adalah dua ribu empat ratus enam belas koma tujuh Kelvin. Bintang ini membengkak menjadi Raksasa Merah, di mana radiusnya bertambah drastis sehingga intensitas totalnya pun meningkat.
Visualisasi perubahan ini menunjukkan hubungan antara suhu, warna, dan ukuran bintang. Sampai jumpa di pembahasan menarik lainnya!