Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kepikiran nggak, kenapa plastik botol minummu, obat sakit kepala yang kamu minum, dan untaian DNA di dalam sel tubuhmu itu dipelajari di satu cabang ilmu yang sama?
Jawabannya ada pada satu aktor utama: atom Karbon. Percaya atau nggak, hitamnya arang sate itu karbon murni, dan dia adalah tulang punggung dari kristal gula putih yang kita makan. Kimia organik sejatinya adalah studi tentang senyawa berbasis Karbon.
Kenapa Karbon sangat istimewa? Bayangkan balok Lego khusus yang punya tepat empat titik sambung fleksibel. Karbon memiliki empat elektron valensi yang memungkinkannya berikatan stabil dengan empat atom lain.
Berkat empat tangan ini, Karbon bisa membentuk struktur yang sangat beragam. Tiga karbon berbaris lurus menjadi gas elpiji. Sementara enam karbon melingkar membentuk struktur dasar bensin.
Karbon nggak sendirian. Dia sering ditemani atom lain seperti Hidrogen, Oksigen, dan Nitrogen. Menyelipkan satu atom Oksigen pada kerangka karbon bisa mengubah struktur gas biasa menjadi cairan alkohol seperti hand sanitizer.
Hati-hati dengan kata organik. Di supermarket, sayur organik berarti ditanam tanpa pestisida. Tapi secara kimia, sedotan plastik sintetis dan styrofoam adalah murni senyawa organik karena tersusun dari rantai polimer karbon!
Inilah prinsip gugus fungsi. Modifikasi kecil bisa mengubah total sifat benda. Mengganti susunan di satu ujung molekul saja bisa mengubah cairan memabukkan seperti alkohol menjadi cuka dapur yang asam.
Jadi, kimia organik pada dasarnya adalah ilmu tentang merakit Lego Karbon. Itulah alasan kenapa DNA, obat, dan botol plastikmu berkerabat erat secara kimia!