Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Jika kamu makan es krim, kamu akan bahagia. Dan ternyata hari ini kamu makan es krim. Apakah sudah pasti kamu bahagia? Mari kita tarik simpulan logis dari dua pernyataan ini.
Kasus pertama, sebab-akibat langsung. Jika hujan, jalanan basah. Saat ini sedang hujan. Kesimpulannya? Tentu saja jalanan basah.
Kita bisa ubah ini menjadi rumus baku yang disebut Modus Ponens. Jika P maka Q, dan terjadi P, maka kesimpulannya adalah Q.
Hati-hati dengan jebakan logika ini! Jika hujan, jalanan basah. Lalu kamu melihat jalanan basah. Kesimpulannya hujan? Salah! Bisa saja basah karena selang bocor. Jika terjadi akibat Q, tidak ada kesimpulan pasti.
Kasus kedua, bagaimana jika hasilnya tidak terjadi? Jika Andi rajin, ia lulus. Ternyata Andi tidak lulus. Kesimpulannya? Andi tidak rajin.
Ini disebut Modus Tollens. Jika P maka Q, dan terjadi bukan Q, maka kesimpulannya adalah bukan P.
Kasus ketiga, rantai pernyataan. Jika ada diskon, ibu belanja. Jika ibu belanja, ayah pusing. Kesimpulannya? Jika ada diskon, ayah pusing.
Rumus formalnya adalah Silogisme. Jika P maka Q, dan Q maka R. Coret Q di tengah, maka kesimpulannya P maka R.
Kembali ke es krim kita! P maka Q, makan es krim membuat bahagia. Dan P terjadi, kamu makan es krim. Berdasarkan Modus Ponens, kesimpulan logisnya: Ya, kamu pasti bahagia!