Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernahkah kamu mencoba menceritakan betapa brutalnya kucing orenmu sampai temanmu bisa membayangkan cakaran nyatanya meski belum pernah bertemu? Nah, melukis pakai kata itu namanya teks deskripsi. Contohnya: Bulu oyen kusut, matanya melotot tajam.
Dari detail fisik, kita masuk ke ide pokok. Ini adalah pesan utama atau inti cerita. Misalnya, Oyen adalah penguasa absolut di dapur. Ini roh dari paragrafnya.
Lalu ada ide pendukung. Fungsinya menambahkan bukti untuk ide pokok tadi. Contohnya, dia mencuri ikan lele di meja, dan mengusir anjing tetangga.
Sekarang, sudut pandang. Ini posisi pencerita, ibarat memasukkan kamera ke dalam cerita. Kalau pakai sudut pandang orang pertama, contohnya: Aku selalu merinding saat melihat Oyen.
Beda lagi kalau sudut pandang orang ketiga. Kameranya ditarik keluar, jadi pengamat. Contohnya: Dia melompat ke atas kulkas.
Biar kalimat nggak kaku, kita butuh konjungsi sebagai perekat. Contohnya: Oyen garang, tetapi dia takut mentimun. Kata tetapi di sini adalah konjungsi pertentangan.
Ada juga konjungsi waktu buat mengatur alur kejadian. Misalnya: Oyen mencuri ikan, kemudian lari ke atap. Kata kemudian ini konjungsi temporal.
Awas jebakan! Banyak yang mengira ide pokok selalu ada di kalimat pertama. Padahal salah! Ide pokok bisa juga di akhir paragraf sebagai kesimpulan.
Jadi, dengan meramu ide pokok yang kuat, ide pendukung detail, sudut pandang pas, dan konjungsi mengalir, lukisan kata tentang kucing orenmu dijamin hidup di kepala pembaca!