Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah dengar kalimat, 'Bunga desa itu sedang menyiram bunga di taman'? Kok bisa kata 'bunga' yang persis sama, wujudnya bisa beda jauh—yang satu gadis cantik, yang satu tanaman?
Bayangkan kata 'bintang'. Kalimat A: 'Bintang bersinar di malam hari' itu benda langit. Kalimat B: 'Andi jadi bintang lapangan' itu pemain andalan.
Dari contoh 'bintang', kita kenal dua istilah: makna asli sesuai kamus disebut Leksikal atau Denotasi, dan makna yang berubah karena posisinya dalam kalimat disebut Kontekstual atau Konotasi.
Jebakan UTBK: Saat ditanya 'Makna kata X pada teks...', siswa sering langsung memilih arti yang paling sering mereka dengar sehari-hari tanpa membaca kalimat utuhnya.
Contoh kalimat soal: 'Diskusi berjalan alot.' Cara 1: Ganti kata itu dengan opsi di pilihan ganda. Apakah 'daging yang keras' atau 'proses yang sulit'?
Cara 2: Lihat subjek di dekatnya. Karena subjeknya 'Diskusi', bukan makanan, maka 'alot' pasti berarti proses yang sulit.
Makna kata selalu dikunci oleh kalimatnya, bukan sekadar hafalan kamus. Makanya, 'bunga desa' dimaknai kiasan, sedangkan 'bunga di taman' dimaknai tanaman asli!