Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernahkah kamu berpikir gimana ceritanya otakmu bisa menyuruh tanganmu menangkap gelas yang tiba-tiba jatuh hanya dalam hitungan milidetik?
Semuanya bermula dari mata kamu sebagai reseptor. Mata melihat gelas yang meluncur jatuh dari meja sebagai stimulus darurat.
Saraf sensorik kemudian bertugas ibarat kurir. Dia berlari membawa pesan darurat bahwa gelas jatuh menuju ke pusat komando.
Pesan ini tiba di pusat komando, yaitu otak. Sang komandan memproses informasi lalu memutuskan: tangkap gelas itu sekarang!
Surat perintah dari otak lalu dibawa turun oleh saraf motorik. Sinyal ini bergerak cepat menjauhi otak menuju lenganmu.
Sinyal tiba di efektor. Otot bisep berkontraksi, menarik tulang lenganmu untuk menyambar gelas sebelum menyentuh lantai.
Tapi awas, banyak yang mengira semua gerak diproses otak. Padahal, untuk gerak refleks seperti kena air panas, pesannya hanya sampai sumsum tulang belakang agar lebih cepat ditarik!
Kalau kita zoom-in ke ujung saraf dan otot, saraf melepaskan zat kimia asetilkolin ibarat kunci membuka gembok agar otot bisa bergerak.
Jadi, tanganmu bisa kilat menangkap gelas karena estafet super cepat: dari reseptor, ke sensorik, otak, motorik, hingga efektor.