Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernahkah kamu berpikir kenapa saat kita meniup balon butuh tenaga ekstra, tapi saat ujungnya dilepas, balon itu otomatis kempes sendiri tanpa ditarik?
Prinsip balon ini mirip banget sama paru-paru kita. Coba bayangkan balon karet yang membesar saat diisi udara.
Saat kita menarik napas panjang, paru-paru kita mengembang. Volumenya bisa bertambah dari dua liter menjadi tiga liter!
Kenapa udara bisa masuk? Bayangkan jarum suntik kosong. Kalau tuasnya ditarik ke bawah, udara dari luar otomatis tersedot masuk.
Di tubuh kita, tuas itu adalah diafragma, otot di bawah paru-paru. Saat diafragma bergerak turun, ruang dada membesar dan menyedot udara.
Hati-hati, jebakan umum! Banyak yang mengira udara masuk mendesak paru-paru jadi besar. Padahal terbalik, otot dada membesar duluan, barulah udara tersedot!
Lalu bagaimana saat udara keluar? Ini adalah fase pasif. Seperti karet gelang yang dilepas, dia otomatis kembali ke ukuran semula tanpa tenaga.
Otot diafragma kembali naik, mendesak paru-paru. Sama seperti ujung balon yang dilepas, udara menyembur keluar dan paru-paru mengecil.
Jadi ingat ya, paru-paru kita seelastis balon. Butuh tenaga otot untuk menyedot udara masuk, dan otomatis mengempes mendorong udara keluar saat beristirahat!