Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kepikiran kenapa garam dapur wujudnya keras banget kayak batu, tapi air malah cair? Padahal keduanya sama-sama gabungan atom. Ini semua karena cara atom berteman alias berikatan itu beda-beda!
Tujuan atom berikatan itu cuma satu: mencapai kestabilan alias aturan oktet. Ibaratnya, atom itu pengen banget masuk klub elit gas mulia yang punya delapan elektron di kulit terluarnya.
Kita mulai dari ikatan Ion. Coba perhatiin Natrium yang punya satu elektron sisa, dan Klorin yang kurang satu. Natrium dengan senang hati ngasih elektronnya ke Klorin secara permanen.
Nah, serah terima elektron ini bikin Natrium jadi ion positif dan Klorin jadi ion negatif. Tarik-menarik positif dan negatif ini sekuat magnet, biasanya terjadi antara unsur logam dan non-logam.
Beda lagi sama kovalen. Bayangin dua atom Oksigen yang sama-sama butuh dua elektron. Karena nggak ada yang mau ngasih, akhirnya mereka patungan, makai dua pasang elektron bareng-bareng di tengah.
Jadi, ikatan kovalen itu intinya pemakaian elektron bersama. Ini biasanya terjadi kalau atom non-logam ketemu sama sesama non-logam yang sama-sama lagi butuh elektron.
Terus, gimana kalau ada yang mau nebeng? Misalnya Amonia punya dua elektron nganggur, datang ion H plus yang kosong. Amonia minjemin elektronnya buat dipakai berdua. Ini namanya Kovalen Koordinasi.
Aturan kovalen koordinasi itu simpel: ikatannya tetap patungan, tapi modal elektron seratus persen cuma dari satu pihak aja. Yang satu ngasih, yang satu nebeng.
Tapi awas jebakan! Sering dikira koordinasi itu jenis ikatan baru. Salah besar! Sifatnya sama persis kayak kovalen biasa, yang beda cuma asal usul elektronnya aja.
Balik ke awal ya. Garam itu ikatan Ion, tarikan magnetnya kuat makanya padat. Kalau air itu Kovalen, karena patungan gayanya lebih bebas jadi cair. Ada yang serah terima, patungan, dan nebeng!