Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kepikiran nggak, kenapa penghasilan fantastis YouTuber Indonesia dihitung kekayaan negara kita, tapi keuntungan pabrik sepatu milik Korea di Tangerang juga ikut dihitung?
Kuncinya ada di PDB versus PNB. PDB itu berdasar lokasi, jadi pabrik Korea di Tangerang masuk sini. Kalau PNB berdasar warga negara, jadi gaji TKI di Arab masuk PNB.
Secara matematis, PNB sama dengan PDB ditambah pendapatan WNI di luar negeri, dikurangi pendapatan WNA di dalam negeri.
Nah, negara menghitung PDB lewat tiga cara. Pengeluaran saat kamu beli kopi, pendapatan dari gaji barista, dan produksi dari nilai tambah biji kopi jadi minuman.
Awas jebakan UTBK! Menjumlahkan harga gandum, tepung, dan roti itu salah karena penghitungan ganda. Yang dihitung hanya nilai tambah di tiap tahap.
Uang dari PDB ini lalu dipakai buat perdagangan internasional. Misalnya, kita ekspor batu bara dan impor iPhone.
Kenapa berdagang? Menurut teori mutlak, Jepang bikin mobil karena cepat. Tapi menurut teori komparatif, RI fokus bikin baju karena pengorbanannya lebih murah.
Jebakan lain soal kebijakan proteksi. Tarif itu impor bayar pajak sehingga harga naik. Sedangkan kuota itu jumlah barang impor dibatasi.
Semua ini dicatat di neraca pembayaran. Kalau ekspor baju lebih besar dari impor HP, neraca kita surplus dan cadangan devisa naik.
Jadi, pabrik Korea di Tangerang membesarkan PDB kita, dan kalau produknya diekspor, itu bikin neraca perdagangan kita makin surplus!