Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Fitur
Kalau kamu makan seblak level 5, maka kamu sakit perut. Hari ini kamu sakit perut. Apakah pasti karena makan seblak level 5?
Kita pakai contoh lain: Jika hujan, maka tanah basah. Hari ini tanah basah. Apakah pasti hujan? Tidak, bisa saja disiram air.
Baru sekarang kita tuliskan polanya: P menjadi Q. P adalah sebab, Q adalah akibat.
Jika hujan, yaitu P, maka tanah basah, yaitu Q. Fakta: Hari ini hujan, yaitu P. Kesimpulan pastinya: Tanah basah, yaitu Q.
Fakta diubah: Tanah TIDAK basah, atau negasi Q. Kesimpulannya, pasti tidak hujan, atau negasi P.
Fakta: Tanah basah, yaitu Q. Kesimpulan salah yang sering dijawab peserta: Pasti hujan, yaitu P. Ini jebakan paling mematikan!
Tambah kondisi: Jika tanah basah, cacing keluar. Fakta: Hujan. Kesimpulan akhirnya: Cacing keluar.
Secara rumus ditulis: P menjadi Q, lalu Q menjadi R. Coret Q yang sama, hasilnya P menjadi R.
Jadi, kembali ke soal seblak: kamu sakit perut, yang adalah akibat, belum tentu karena seblak, si sebab. Jangan sampai terjebak logika terbalik di ujian nanti!