Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernahkah kamu heran, kenapa penjual es puter selalu menaburkan bergelas-gelas garam kasar ke bongkahan es batunya? Tujuannya agar adonan es krim cepat membeku!
Sebelum ada campuran apa-apa, air murni itu normal. Dia akan mendidih pas di suhu seratus derajat celcius, dan membeku di nol derajat celcius.
Nah, kalau ditaburi zat asing, terjadilah Sifat Koligatif. Sifat ini cuma peduli pada jumlah partikelnya, bukan jenisnya. Ibarat jalanan macet karena jumlah kendaraannya banyak, nggak peduli itu mobil sport atau angkot.
Contoh pertama, coba masak mi. Air yang sudah dicampur bumbu akan mendidih lebih lama dan butuh api lebih panas. Ini namanya Kenaikan Titik Didih.
Kenapa bisa gitu? Bayangkan permukaan airnya. Partikel bumbu menghalangi molekul air untuk melesat menjadi uap. Akibatnya terjadi Penurunan Tekanan Uap.
Pernah lihat lintah yang menyusut drastis saat ditaburi garam? Itu karena air dari dalam tubuhnya tersedot keluar oleh garam. Fenomena ini disebut Tekanan Osmotik.
Kembali ke es puter tadi. Garam menghalangi molekul air merapat menjadi es padat di nol derajat, jadi butuh suhu jauh lebih dingin. Inilah Penurunan Titik Beku.
Nah, dari empat cerita tadi, mari kita lihat simbol akademisnya. Ada delta P untuk uap, delta Tb untuk didih, delta Tf untuk beku, dan pi untuk osmotik.
Hati-hati, banyak yang mengira memasukkan satu mol gula dan satu mol garam akan memberikan efek kemacetan yang sama persis. Itu salah besar!
Faktanya, garam di dalam air akan terbelah menjadi dua partikel terpisah, yaitu ion Na plus dan Cl min. Efeknya jadi dua kali lipat! Ini disebut Faktor Van't Hoff.
Intinya, sifat koligatif itu cuma tentang seberapa banyak pasukan pengganggu. Pantas abang es puter pakai garam, partikelnya ganda, memaksa suhu turun drastis sampai es krim beku sempurna!