Kata Tugas
Halo, Pejuang PTN. Bab ini kecil bentuknya, tetapi besar sekali dampaknya di skor. Kata tugas adalah kata kata pendek seperti di, kepada, tetapi, sehingga, namun, dan pun. Ukurannya sering hanya dua sampai lima huruf, tetapi justru di sinilah letak sebagian besar kesalahan kalimat yang diuji di UTBK. Salah memilih satu kata tugas bisa membuat kalimat kehilangan induk, kehilangan subjek, atau berubah maknanya.
Bagian 1: Mengenali Kata Tugas
Kata tugas adalah kata yang maknanya baru muncul ketika ia menghubungkan atau mendampingi kata lain. Berbeda dengan nomina atau verba, kata tugas tidak punya makna leksikal yang utuh kalau berdiri sendiri.
Ciri ciri kata tugas:
- Tidak bisa diberi imbuhan seperti kata biasa. Kita tidak bisa membuat "mendan" dari dan.
- Tidak bisa menduduki subjek atau predikat.
- Jumlahnya tertutup, artinya tidak bertambah dengan bebas seperti nomina atau verba.
Kelompoknya ada lima: preposisi (kata depan), konjungsi (kata penghubung), partikel penegas, artikula (kata sandang), dan interjeksi (kata seru). Empat kelompok pertama yang paling sering diuji.
Bagian 2: Preposisi
Preposisi berdiri di depan nomina dan membentuk frasa preposisional. Yang perlu kamu kuasai adalah pembagian tugasnya, karena inilah yang sering dijebak.
- di, ke, dari menyatakan tempat atau arah: di kantor, ke stasiun, dari Bandung.
- pada dipakai untuk waktu dan untuk tempat yang tidak konkret: pada Senin pagi, pada masa itu, pada dasarnya.
- kepada dipakai untuk orang atau pihak yang menjadi penerima: menyerahkan berkas kepada panitia, surat ditujukan kepada kepala sekolah.
- terhadap dipakai untuk sasaran sikap atau pengaruh: bersikap adil terhadap semua siswa, berpengaruh terhadap hasil akhir.
- bagi dan untuk menyatakan peruntukan: bantuan bagi korban banjir, hadiah untuk pemenang.
- dengan menyatakan alat, cara, atau penyerta: menulis dengan pena, berangkat dengan hati hati.
Tiga kesalahan langganan:
- Memakai di untuk orang. Bentuk "menyerahkan tugas di guru piket" salah. Yang benar kepada guru piket.
- Memakai di untuk waktu. Bentuk "berangkat di hari Senin" salah. Yang benar pada hari Senin.
- Menumpuk preposisi di awal kalimat sehingga subjek hilang. Perhatikan kalimat "Bagi seluruh peserta diharapkan mengisi daftar hadir." Kalimat itu tidak bersubjek karena bagian yang seharusnya menjadi subjek justru diawali preposisi. Perbaikannya sederhana, buang preposisinya: "Seluruh peserta diharapkan mengisi daftar hadir."
Bagian 3: Konjungsi dan Pasangan Korelatifnya
Konjungsi menghubungkan satuan bahasa. Ada empat kelompok.
Koordinatif, menghubungkan dua unsur setara: dan, atau, tetapi, melainkan, sedangkan, padahal.
Subordinatif, menghubungkan induk kalimat dengan anak kalimat: karena, sehingga, jika, ketika, meskipun, agar, supaya, bahwa, sejak, sebelum.
Korelatif, berpasangan dan pasangannya tidak boleh ditukar. Ini yang paling sering diuji:
- bukan ... melainkan: Yang dibutuhkan warga bukan bantuan uang, melainkan akses air bersih.
- tidak ... tetapi: Ia tidak marah, tetapi kecewa.
- baik ... maupun: Baik siswa maupun guru wajib hadir.
- antara ... dan: Perbedaan antara teori dan praktik cukup jauh.
- jangankan ... pun: Jangankan membantu, menengok pun ia tidak sempat.
Perhatikan dua pasangan pertama baik baik. Bukan berpasangan dengan melainkan, sedangkan tidak berpasangan dengan tetapi. Menukar keduanya adalah kesalahan yang muncul hampir di setiap paket soal.
Antarkalimat, menghubungkan kalimat dengan kalimat sebelumnya, ditulis di awal kalimat dan diikuti koma: Namun, Akan tetapi, Oleh karena itu, Meskipun demikian, Sebaliknya, Selain itu.
Bagian 4: Konjungsi Intrakalimat Tidak Boleh Mengawali Kalimat
Ini aturan yang wajib kamu pegang. Konjungsi intrakalimat seperti sehingga, karena, tetapi, sedangkan, dan padahal menghubungkan bagian di dalam satu kalimat, jadi tidak boleh dipakai untuk memulai kalimat baru dalam ragam resmi.
Perhatikan contoh berikut.
Harga bahan pokok terus naik. Sehingga daya beli masyarakat menurun tajam.
Kalimat kedua menggantung karena diawali konjungsi intrakalimat. Ada dua cara memperbaikinya:
- Gabungkan menjadi satu kalimat: Harga bahan pokok terus naik sehingga daya beli masyarakat menurun tajam.
- Ganti dengan konjungsi antarkalimat: Harga bahan pokok terus naik. Oleh karena itu, daya beli masyarakat menurun tajam.
Satu catatan tanda baca yang sering terlewat. Kalau anak kalimat berada setelah induk kalimat, tanda koma tidak dipakai sebelum konjungsinya. Jadi Ia tidak berangkat karena hujan deras tanpa koma. Sebaliknya, kalau anak kalimat mendahului induk, koma wajib: Karena hujan deras, ia tidak berangkat.
Bagian 5: Partikel Penegas dan Artikula
Partikel -lah, -kah, dan -tah selalu ditulis serangkai: bacalah, siapakah, apatah.
Partikel pun ditulis terpisah kalau bermakna juga atau berfungsi menegaskan.
- Satu orang pun tidak ada yang mengangkat tangan.
- Ia pun akhirnya setuju dengan usulan itu.
Namun ada sekelompok bentuk yang sudah dianggap padu dan ditulis serangkai, yaitu adapun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, dan walaupun. Jadi walaupun bukan walau pun, dan bagaimanapun bukan bagaimana pun.
Partikel per ditulis terpisah kalau bermakna tiap, demi, atau mulai: harga tiket lima puluh ribu rupiah per orang, aturan berlaku per 1 Januari, mereka masuk satu per satu.
Artikula adalah kata sandang: si, sang, para, kaum, umat. Ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya: si kecil, sang juara, para peserta. Perhatikan bahwa "para peserta peserta" salah karena para sudah menyatakan jamak, jadi kata sesudahnya tidak perlu diulang.
Bagian 6: Daftar Kesalahan Kata Tugas yang Paling Sering Diuji
- di mana dan yang mana sebagai penghubung. Ini terjemahan langsung dari where dan which. Dalam bahasa Indonesia baku, pakai yang, tempat, atau ubah strukturnya. Bentuk "museum di mana koleksinya lengkap" diperbaiki menjadi "museum yang koleksinya lengkap".
- Pasangan korelatif ditukar. Bentuk "bukan A, tetapi B" seharusnya "bukan A, melainkan B".
- Konjungsi ganda yang bermakna sama. Bentuk seperti agar supaya, namun tetapi, demi untuk, dan adalah merupakan adalah pemborosan. Pilih salah satu.
- Walaupun dipasangkan dengan tetapi. Bentuk "Walaupun hujan deras, tetapi ia tetap berangkat" salah karena induk kalimatnya hilang. Cukup "Walaupun hujan deras, ia tetap berangkat."
- Preposisi di awal kalimat yang menghapus subjek. Bentuk "Dalam rapat itu memutuskan tiga hal" tidak bersubjek. Perbaikannya "Rapat itu memutuskan tiga hal."
Ringkasan
- Kata tugas tidak punya makna penuh sendiri dan tidak bisa menduduki subjek atau predikat.
- pada untuk waktu, kepada untuk orang penerima, terhadap untuk sasaran sikap.
- Hafalkan pasangan korelatif, terutama bukan dengan melainkan serta tidak dengan tetapi.
- Konjungsi intrakalimat (sehingga, karena, tetapi) tidak boleh mengawali kalimat. Pakai konjungsi antarkalimat yang diikuti koma.
- Partikel pun dipisah kecuali pada bentuk padu seperti walaupun dan bagaimanapun, sedangkan per dipisah kalau bermakna tiap, demi, atau mulai.
- Waspadai di mana, yang mana, agar supaya, dan walaupun yang dipasangkan dengan tetapi.