Pintarly LogoPintarly

Pilih jalurmu

  • Kuliah
  • Sekolah
  • Persiapan PTN
  • TKA
  • CPNS / PPPK
  • Sekolah Kedinasan

Lebih spesifik

  • Ujian Mandiri
  • PPPK
  • SKD
  • Belajar
  • Latihan Soal
  • Soal Asli
  • Pembahasan
  • Tryout
  • Komunitas
MasukDaftar GratisDaftar
Kembali ke Latihan
Soal Asli UTBK

Soal Asli UTBK SNBT 2013 Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM)

Soal Asli SNBT 2013 PBM

Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM)30 menit6 soal

Ini 6 soal Pemahaman Bacaan dan Menulis yang benar-benar keluar di UTBK SNBT 2013, bukan soal prediksi dan bukan rekonstruksi. Seluruh naskahnya beserta pilihan jawaban bisa kamu baca langsung di halaman ini, gratis dan tanpa perlu daftar. Untuk mengerjakannya dengan timer, mendapat skor, dan membuka pembahasan tiap nomor, kamu perlu akun Pintarly Premium.

6 soal Pemahaman Bacaan dan Menulis UTBK SNBT 2013

Naskah lengkapnya ada di bawah ini, urut sesuai nomor aslinya. Kunci jawaban dan pembahasan tiap nomor terbuka lewat mode pengerjaan.

  1. Bacaan untuk soal nomor 1 dan seterusnya

    (1) Dengan pengalaman pergaulan internasional, terkadang terbersit dalam pikiran saya, kapan kurs rupiah menjadi sederhana, misalnya 1 dolar AS ekuivalen dengan Rp10 atau bahkan Rp1? (2) Bisakah dan kapan itu bisa dilakukan? (3) Ada dua cara. (4) Pertama, kita terus memperbaiki kinerja perekonomian, antara lain memperbesar surplus perdagangan dan menarik banyak modal asing sehingga berujung menguatnya devisa. (5) Bila ini dilakukan berkelanjutan, rupiah pun akan menguat melalui mekanisasi pasar. (6) Masalahnya, berapa lama itu bisa kita lakukan? (7) Apakah menunggu sampai cadangan devisa menembus 1 triliun dolar AS, atau seperti Cina yang kini cadangan devisanya hampir 3,3 triliun dolar AS. (8) Pasti makan waktu sangat panjang. (9) Cara kedua, redenominasi, yakni "memaksa" penghapusan beberapa nol (sesuai kebutuhan dan kelayakan) sehingga kurs rupiah lebih ramping. (10) Melakukan ini tentu tak bisa sembarangan. (11) Namun, jauh lebih ringan daripada harus memupuk cadangan devisa hingga 1 triliun dolar AS. (12) Berdasarkan pengalaman sebelumnya, memang tak ada negara yang mirip Indonesia yang melakukannya sehingga tak mudah mengadopsinya begitu saja. (13) Ada argumentasi bahwa negara yang melakukan redenominasi adalah negara yang bermasalah dengan inflasi tinggi bahkan hiperinflasi (inflasi di atas 50 persen per bulan). (14) Sementara itu, di Indonesia inflasi sekarang justru rendah (4,3 persen). (15) Menurut saya, kedua kondisi ini tidak bertolak belakang. (16) Jadi, negara yang inflasinya besar ataupun kecil bisa saja melakukan redenominasi, sejauh punya kepentingan sama, yakni ingin menyederhanakan tampilan angka nol pada mata uangnya.

    Nomor 1

    Penggunaan kata yang tidak tepat terdapat pada

    1. A.ekuivalen dalam kalimat 1
B.
devisa dalam kalimat 4
  • C.mekanisasi dalam kalimat 5
  • D.redenominasi dalam kalimat 9
  • E.hiperinflasi dalam kalimat 13
  • Nomor 2

    Dari perspektif sosiologi-politik, transisi demokrasi yang ditengarai oleh dominannya peran institusi partai politik sebagai mesin demokrasi, dalam praktiknya akan menimbulkan berbagai distorsi yang berimplikasi terhadap proses demokratisasi. Kata tengarai bermakna ....

    1. A.mata angin
    2. B.firasat
    3. C.bentuk
    4. D.tanda
    5. E.lambang
  • Bacaan untuk soal nomor 3 dan seterusnya

    (1) Mulut bisa menjadi bagian yang paling kotor di tubuh kita. (2) Hampir 700 jenis bakteri ada di dalam rongga mulut. (3) Ada berbagai tipe penyakit jantung dengan faktor risiko sendiri-sendiri. (4) Buruknya kesehatan rongga mulut ditengarai sebagai faktor risiko terkait berbagai kejadian kardiovaskuler, seperti serangan jantung dan stroke. (5) Para peneliti menemukan keterkaitan antara penyakit jantung koroner dengan infeksi di rongga mulut.

    Nomor 3

    Kalimat Banyak penderita serangan jantung tidak memiliki faktor risiko tradisional, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, dan faktor keturunan dapat ditambahkan dalam paragraf di atas pada posisi ...

    1. A.setelah kalimat 1
    2. B.setelah kalimat 2
    3. C.setelah kalimat 3
    4. D.setelah kalimat 4
    5. E.setelah kalimat 5
  • Nomor 4

    Walaupun hasil pertanian berupa buah-buahan dan sayur-sayuran itu cukup fluktuatif, produksinya masih dapat ditingkatkan dengan pendekatan teknologi. Kata fluktuatif dalam kalimat tersebut berarti ....

    1. A.bersifat naik turun
    2. B.bersifat naik terus
    3. C.bersifat turun terus
    4. D.bersifat naik lalu turun terus
    5. E.bersifat turun lalu naik terus
  • Bacaan untuk soal nomor 5 dan seterusnya

    Bacalah teks berikut! (1) Dengan pengalaman pergaulan internasional, terkadang terbersit dalam piiran saya, kapan kurs rupiah menjadi sederhana, misalnya 1 dolar AS ekuivalen dengan Rp10 atau bahkan Rp1? (2) Bisakah dan kapan itu bisa dilakukan? (3) Ada dua cara? (4) Pertama, kita terus memperbaiki kinerja perekonomian, antara lain memperbesar surplus perdagangan dan menarik banyak modal asing sehingga berujung menguatnya devisa. (5) Bila ini dilakukan berkelanjutan, rupiah pun akan menguat melalui mekanisasi pasar. (6) Masalahnya, berapa lama itu bisa kita lakukan? (7)

    Nomor 5

    Apakah menunggu sampai cadangan devisa menembus 1 triliun dolar AS, atau seperti Cina yang kini cadangan devisanya hamper 3,3 triliun dolar AS. (8) Pasti makan waktu sangat panjang. (9) Cara kedua, redenominasi, yakni "memaksa" penghapusan beberapa nol (sesuai kebutuhan dan kelayakan) sehingga kurs rupiah lebih ramping. (10) Melakukan ini tentu tak bisa sembarangan. (11) Namun jauh lebih ringan daripada harus memupuk cadangan devisa hingga 1 triliun dolar AS. (12) Berdasarkan pengalaman sebelumnya, memang tak ada negara yang mirip Indonesia yang melakukannya sehingga tak mudah mengadopsinya begitu saja. (13) Ada argumentasi bahwa negara yang melakukan redenominasi adalah negara yang bermasalah dengan inflasi tinggi bahkan hiperinflasi (inflasi di atas 50 persen per bulan). (14) Sementara itu, di Indonesia inflasi sekarang justru rendah (4,3 persen). (15) Menurut saya, kedua kondisi ini tidak betolak belakang. (16) Jadi, negara yang inflasinya besar atau pun kecil bisa saja melakukan redenominasi, sejauh punya kepentingan sama yakni ingin menyederhanakan tampilan angka nol pada mata uangnya. (Dikutip dengan pengubahan dari Kompas, 31 Januari 2013) Kesalahan penggunaan ejaan ditemukan pada kalimat...

    1. A.1 dan 5
    2. B.3 dan 7
    3. C.8 dan 15
    4. D.11 dan 16
    5. E.13 dan 14
  • Bacaan untuk soal nomor 6 dan seterusnya

    Total spesies yang diketahui berjumlah hampir 10.000 , dengan perkiraan 3.000 di antaranya tumbuh di Indonesia. Paku-pakuan cenderung ditemukan pada kondisi tumbuh marginal, seperti pada lantai hutan yang lembab dan tebing perbukitan, merayap pada batang pohon atau batuan, di dalam kolam/danau, daerah sekitar kawah vulkanik, serta di sela-sela bangunan yang tidak terawat. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Meskipun demikian, ketersediaan air yang mencukupi pada rentang waktu tertentu diperlukan karena salah satu tahap hidupnya tergantung pada keberadaan air. Sebagian besar anggota paku-pakuan tumbuh di daerah tropika basah yang lembab.

    Nomor 6

    Agar terbentuk paragraf efektif, urutan kalimatkalimat di atas yang benar adalah ...

    1. A.$ 3,1,5,4,2 $
    2. B.$ 3,1,5,2,4 $
    3. C.$ 3,2,5,1,4 $
    4. D.$ 3,1,2,5,4 $
    5. E.$ 3,2,4,5,1 $
  • Cara memanfaatkan paket ini

    1. 1Baca dulu seluruh soal di halaman ini tanpa melihat jam, supaya kamu tahu tipe dan bobotnya.
    2. 2Catat nomor yang bikin kamu ragu. Itu peta materi yang perlu kamu ulang lebih dulu.
    3. 3Kerjakan paketnya dengan timer menyala lewat tombol Mulai Mengerjakan, biar terasa seperti hari ujian.
    4. 4Setelah skor keluar, buka pembahasan tiap nomor dan bandingkan dengan cara berpikirmu sendiri.
    5. 5Ulangi paket subtes yang sama dari tahun lain untuk melihat pola soal yang berulang.

    Materi yang diuji di Pemahaman Bacaan dan Menulis

    Ejaan, tanda baca, kalimat efektif, ide pokok, dan menyunting paragraf supaya runtut serta padu.

    Mau latihan Pemahaman Bacaan dan Menulis yang lebih banyak? Buka semua paket PBM di halaman Latihan.

    Paket soal asli PBM dari tahun lain

    • Soal Asli UTBK SNBT 2026 PBM(1 soal)
    • Soal Asli UTBK SNBT 2025 PBM(20 soal)
    • Soal Asli UTBK SNBT 2024 PBM(110 soal)
    • Soal Asli UTBK SNBT 2023 PBM(41 soal)
    • Soal Asli UTBK SNBT 2022 PBM(16 soal)
    • Soal Asli UTBK SNBT 2021 PBM(9 soal)

    Subtes lain dari UTBK SNBT 2013

    • Literasi Bahasa Inggris (LBE)(4 soal)
    • Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU)(5 soal)
    • Pengetahuan Kuantitatif (PK)(30 soal)
    • Penalaran Umum (PU)(40 soal)
    • Penalaran Matematika (PM)(4 soal)

    Pertanyaan yang sering ditanya

    Apakah ini soal asli atau soal prediksi?

    Soal asli. Paket ini berisi 6 soal Pemahaman Bacaan dan Menulis yang keluar di UTBK SNBT 2013, bukan soal karangan, bukan rekonstruksi, dan tingkat kesulitannya tidak diturunkan.

    Apakah soalnya bisa dibaca gratis?

    Bisa. Seluruh 6 soal beserta pilihan jawabannya tampil di halaman ini tanpa perlu daftar atau login. Yang berbayar adalah mode pengerjaannya, bukan naskah soalnya.

    Di mana kunci jawaban dan pembahasannya?

    Kunci jawaban dan pembahasan tiap nomor terbuka setelah kamu mengerjakan paket ini memakai akun Pintarly Premium. Keduanya sengaja tidak ditampilkan di halaman ini supaya kamu bisa mengukur kemampuanmu sendiri dulu.

    Apa yang saya dapat dengan Pintarly Premium?

    Kamu bisa mengerjakan paket ini dengan timer, mendapat skor beserta analisis per topik, membuka pembahasan tiap nomor, dan mengulang paketnya sebanyak yang kamu mau.

    Ada paket PBM dari tahun lain?

    Ada. Arsip Soal Asli Pintarly memuat paket UTBK SNBT dari beberapa tahun untuk ketujuh subtes, termasuk Pemahaman Bacaan dan Menulis. Semuanya bisa dibaca gratis lewat halaman arsip.