Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Hai teman-teman, selamat datang di video edukasi akuntansi! Hari ini kita akan belajar cara mencatat transaksi keuangan ke jurnal umum menggunakan contoh usaha Pak Santo. Mari kita lihat soalnya.
Pada tanggal satu Januari dua ribu dua puluh enam, ada dua poin transaksi. Pertama, setoran modal awal sebesar lima belas juta rupiah. Kedua, pembayaran sewa kios untuk satu tahun sebesar tiga puluh juta rupiah.
Mari kita analisis transaksi pertama. Setoran modal ini membuat akun Kas dengan kode satu nol satu bertambah di sisi debit sebesar lima belas juta rupiah, dan akun Ekuitas kode tiga nol satu bertambah di sisi kredit sebesar lima belas juta rupiah.
Analisis kedua adalah pembayaran sewa kios. Akun Sewa Dibayar di Muka kode satu nol tiga bertambah di debit sebesar tiga puluh juta rupiah, sedangkan akun Kas kode satu nol satu berkurang di sisi kredit sebesar tiga puluh juta rupiah.
Agar lebih praktis, kita gabungkan akun kasnya. Debit kas lima belas juta rupiah dikurangi kredit kas tiga puluh juta rupiah menghasilkan saldo kas bersih di posisi kredit sebesar lima belas juta rupiah.
Inilah jurnal umumnya. Pada tanggal satu Januari, kita tulis Sewa Dibayar di Muka di debit tiga puluh juta rupiah. Lalu di posisi kredit, kita catat Ekuitas lima belas juta rupiah dan Kas lima belas juta rupiah. Pencatatan ini sekarang sudah seimbang.
Kesimpulannya, total nilai debit wajib sama dengan kredit dan selalu ingat prinsip aset sama dengan liabilitas ditambah ekuitas. Sekarang, cobalah mencatat transaksi berikutnya ya!