Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Fitur
Pernahkah kamu heran kenapa dua kelas punya rata-rata nilai ujian tujuh puluh yang sama persis, tapi di Kelas A semua siswanya lulus, sedangkan di Kelas B setengahnya gagal total? Mari kita selidiki misteri ini!
Untuk mencari nilai wakil data, kita punya tiga senjata. Misalnya nilai lima siswa ini. Rata-ratanya tujuh puluh enam. Nilai tengahnya, karena sudah berurutan, adalah delapan puluh. Dan angka paling sering muncul juga delapan puluh. Rata-rata atau mean punya rumus jumlahan dibagi banyak data.
Bagaimana kalau datanya banyak dalam bentuk tabel? Misalnya berat badan tiga puluh siswa ini. Karena jumlahnya tiga puluh, median ada di urutan ke lima belas. Kalau kita hitung frekuensi kumulatifnya, data ke lima belas jatuh tepat di kelas empat puluh enam sampai lima puluh kilogram.
Hati-hati, ada jebakan mematikan di sini! Saat masuk ke rumus median berkelompok, jangan pernah pakai angka empat puluh enam sebagai batas L. Itu salah besar! Wajib gunakan tepi bawah, yaitu empat puluh enam kurangi setengah, jadi empat puluh lima koma lima.
Sekarang kita eksekusi rumusnya. Masukkan tepi bawah empat puluh lima koma lima, urutan lima belas, frekuensi sebelumnya lima, frekuensi kelas dua belas, dan panjang kelas lima. Setelah dihitung, hasil akhirnya adalah empat puluh sembilan koma enam puluh tujuh kilogram.
Kembali ke misteri kelas A dan B tadi. Kenapa nasibnya beda? Lihat jangkauannya! Nilai Kelas A berkumpul rapat, jangkauannya cuma empat. Sementara Kelas B nilainya sangat menyebar dari lima puluh sampai sembilan puluh, jangkauannya empat puluh!
Tapi jangkauan cuma mengukur ujung ke ujung. Untuk ukuran penyebaran yang lebih akurat dan melibatkan semua data, kita butuh Ragam dan Simpangan Baku. Ini mengukur rata-rata selisih tiap nilai ke pusatnya.
Mari kita hitung ragam dari lima angka ini. Rata-ratanya adalah delapan. Kurangi tiap angka dengan delapan, lalu kuadratkan selisihnya, hasilnya enam belas, empat, nol, empat, enam belas. Jumlahkan semua lalu bagi lima, kita dapat ragamnya delapan.
Awas jebakan lagi! Banyak siswa berhenti di angka delapan dan menjawab itu simpangan bakunya. Padahal itu baru ragam! Simpangan baku wajib diakar kuadratkan, jadi akar delapan, atau dua akar dua.
Kesimpulannya, nilai rata-rata atau median cuma memberi tahu di mana pusat datanya. Tapi simpangan baku-lah yang menjawab seberapa merata atau jomplangnya kondisi kelompok tersebut!