Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Fitur
Pernah mikir kenapa kembang api bisa ngeluarin warna-warni beda padahal asalnya dari bubuk hitam yang sama? Jawabannya ada di dalam struktur atom penyusunnya.
Model atom berevolusi kayak telepon. Dari Dalton si bola pejal, Thomson roti kismis, Rutherford dan Bohr si tata surya, sampai sekarang Mekanika Kuantum yang bentuknya awan elektron.
Inti atom itu ibarat kelereng di tengah stadion sepak bola, isinya proton positif dan neutron netral. Nah, elektron negatif melayang cepat di tribun penonton.
Coba perhatiin atom karbon ini. Dia selalu punya enam proton dan massanya dua belas karena ada enam neutron. Dari sini muncul rumus nomor massa sama dengan proton tambah neutron.
Atom bisa melepas atau nerima elektron loh. Contohnya atom kalsium netral ini, dia punya dua puluh proton dan dua puluh elektron.
Kalau jadi ion kalsium dua plus, protonnya tetap dua puluh. Neutronnya empat puluh kurang dua puluh, sama dengan dua puluh. Elektronnya dua puluh kurang dua, tinggal delapan belas.
Awas kejebak! Ion positif dua plus itu BUKAN berarti ketambahan dua proton di inti, tapi dia kehilangan dua elektron di kulit terluarnya.
Gimana cara ngisi elektron? Ibarat ngisi kamar hotel, mulai dari lantai terbawah yang murah, yaitu satu s, baru naik ke lantai atasnya sesuai prinsip Aufbau.
Contohnya besi dengan nomor atom dua puluh enam. Diisi bertahap sampai empat s dua. Sisa enam elektron masuk ke subkulit tiga d, jadi tiga d enam.
Jadi, posisi elektron inilah penentu sifat kimia. Balik ke kembang api, warna-warni muncul saat elektron melompat antar kulit dan ngelepasin foton cahaya!