Tools
Tools Gratis

Kalkulator N-Gain Score

N-Gain adalah gain ternormalisasi, yaitu besar peningkatan skor dari pretest ke posttest dibandingkan dengan peningkatan terbesar yang masih mungkin. Rumusnya berasal dari Hake dan umum dipakai di penelitian pendidikan untuk mengukur efektivitas sebuah perlakuan.

Isi rata-rata kelas, atau tempel nilai pretest dan posttest tiap siswa langsung dari Excel. Semua perhitungan berjalan di browser, tanpa login dan tanpa data yang dikirim ke mana pun.

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2026

Skor tertinggi yang mungkin didapat di tesmu. Bawaannya 100.

Isi rata-rata pretest dan posttest untuk melihat N-Gain kelasmu.

Rumus N-Gain Hake

N-Gain, atau gain ternormalisasi, membandingkan peningkatan skor yang benar-benar terjadi dengan peningkatan terbesar yang masih mungkin terjadi. Rumus ini diperkenalkan oleh Richard Hake dalam penelitiannya tentang pembelajaran fisika, lalu dipakai luas di penelitian pendidikan untuk mengolah data pretest dan posttest.

N-Gain = (skor posttest - skor pretest) / (skor maksimal - skor pretest)

Pembaginya adalah ruang yang masih tersisa untuk naik. Siswa yang naik dari 40 ke 70 dan siswa yang naik dari 80 ke 90 sama-sama memakai separuh ruang tersisanya, jadi keduanya mendapat N-Gain 0,50 walaupun selisih skornya berbeda. Karena pembaginya adalah skor maksimal dikurangi pretest, rumus ini tidak bisa dipakai untuk siswa yang pretest-nya sudah sama dengan skor maksimal.

Kategori N-Gain

Pengelompokan berikut mengikuti Hake dan menjadi yang paling umum dipakai di skripsi dan jurnal pendidikan. Ini adalah konvensi penelitian, bukan standar nasional, jadi cantumkan sumbernya ketika memakainya.

Kategori N-Gain menurut Hake
Nilai N-GainKategori
Di atas 0,7Tinggi
0,3 sampai 0,7Sedang
Di bawah 0,3Rendah

Sumber: Hake, R. R. (1999). Analyzing change/gain scores. AERA-D, American Educational Research Association. Rumus gain ternormalisasi: Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64-74. Diakses 13 Oktober 2026.

Dua cara menghitung N-Gain kelas

Literatur pendidikan di Indonesia memakai dua cara untuk melaporkan N-Gain satu kelas, dan keduanya hampir tidak pernah dijelaskan berdampingan. Cara pertama menghitung N-Gain setiap siswa lalu merata-ratakannya. Cara kedua merata-ratakan pretest dan posttest dulu, lalu memakai rumus Hake sekali saja pada dua rata-rata itu. Hake sendiri menghitung gain kelas dengan cara kedua.

Contohnya, kelas berisi dua siswa. Siswa pertama naik dari 0 ke 90, jadi N-Gain-nya 0,90. Siswa kedua naik dari 80 ke 82, jadi N-Gain-nya 0,10. Rata-rata N-Gain per siswa adalah 0,50, kategori sedang. Rata-rata kelasnya adalah pretest 40 dan posttest 86, sehingga N-Gain rata-rata kelas adalah (86 - 40) / (100 - 40) = 0,77, kategori tinggi. Data yang sama menghasilkan dua kategori berbeda.

Tidak ada cara yang salah, tetapi angkanya tidak boleh dicampur. Tulis cara yang kamu pakai di bab metode, dan ikuti cara yang diminta dosen pembimbingmu. Mode per siswa di kalkulator ini menampilkan kedua angka sekaligus supaya kamu bisa melihat selisihnya.

Siswa dengan pretest sama dengan skor maksimal

Kalau pretest seorang siswa sudah sama dengan skor maksimal, pembagi rumus N-Gain menjadi nol dan hasilnya tidak terdefinisi. Memberinya N-Gain 0 akan menurunkan rata-rata kelas padahal siswa itu tidak gagal, dan memberinya N-Gain 1 akan menaikkan rata-rata tanpa dasar. Kalkulator ini menandai baris seperti itu, tidak memberinya angka, dan tidak mengikutkannya dalam rata-rata N-Gain per siswa. Nilai pretest dan posttest-nya tetap dihitung dalam rata-rata kelas, karena keduanya adalah hasil pengukuran yang sah. Sebutkan jumlah siswa seperti ini di laporanmu.

Pertanyaan yang sering ditanya

Bagaimana cara menghitung N-Gain?
N-Gain dihitung dengan rumus Hake, yaitu skor posttest dikurangi skor pretest, lalu dibagi skor maksimal ideal dikurangi skor pretest. Contohnya, pretest 40 dan posttest 70 dengan skor maksimal 100 memberi N-Gain (70 - 40) / (100 - 40) = 0,50.
Apa kategori N-Gain tinggi, sedang, dan rendah?
Kategori yang umum dipakai di literatur mengikuti Hake: N-Gain di atas 0,7 termasuk tinggi, 0,3 sampai 0,7 termasuk sedang, dan di bawah 0,3 termasuk rendah. Batas ini adalah konvensi penelitian, bukan standar nasional, jadi sebutkan sumbernya di skripsimu.
Apa beda rata-rata N-Gain per siswa dan N-Gain rata-rata kelas?
Rata-rata N-Gain per siswa menghitung N-Gain setiap siswa lalu merata-ratakannya, sedangkan N-Gain rata-rata kelas memakai rumus Hake sekali saja pada rata-rata pretest dan rata-rata posttest. Kedua cara ini memberi angka yang berbeda, karena siswa dengan pretest tinggi punya pembagi kecil dan bobotnya tidak sama di kedua cara.
Bagaimana kalau nilai pretest siswa sama dengan skor maksimal?
Kalau pretest sama dengan skor maksimal, pembagi rumus N-Gain menjadi nol sehingga hasilnya tidak terdefinisi. Siswa itu tidak boleh diberi N-Gain 0 atau angka lain. Laporkan baris itu terpisah dan jangan ikutkan dalam rata-rata N-Gain per siswa.
Apa arti N-Gain negatif?
N-Gain negatif berarti skor posttest lebih rendah daripada skor pretest, jadi tidak ada peningkatan. Dalam pengelompokan Hake nilai negatif masuk ke kategori rendah, tetapi sebaiknya dibahas tersendiri di bagian pembahasan.
Bagaimana mengubah N-Gain menjadi persen?
N-Gain dalam persen adalah nilai N-Gain dikalikan 100. Nilai 0,56 sama dengan 56%. Bentuk persen sering dipakai saat menafsirkan efektivitas perlakuan, tetapi angkanya tetap berasal dari rumus Hake yang sama.
Gratis untuk pelajar

Lagi menyusun skripsi?

Ubah jurnal, modul, atau slide kuliah jadi catatan dan kuis yang rapi di Pintarly Kuliah, gratis.

Coba Pintarly Kuliah