Kalkulator Nilai Akhir Mata Kuliah
Nilai akhir mata kuliah adalah jumlah nilai tiap komponen dikali bobotnya. Isi bobot sesuai kontrak perkuliahan dari dosenmu, isi nilainya, lalu lihat nilai akhir, huruf mutu, dan sumbangan tiap komponen.
Kalkulator ini memeriksa apakah total bobotmu benar-benar 100%. Bobot yang salah jumlah adalah kesalahan paling umum, dan hasilnya terlihat sah padahal keliru.
Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2026
Isi bobot tiap komponen persis seperti di kontrak perkuliahan dari dosenmu. Bobot tidak diisi otomatis karena setiap mata kuliah punya komposisinya sendiri. Komponen yang tidak dipakai biarkan bobotnya kosong.
Isi bobot dan nilai komponen untuk melihat nilai akhirmu.
Huruf mutu memakai skala dengan tanda plus dan minus (Universitas Indonesia). Rentang angka diambil dari tabel konversi pada pasal yang sama. Batas bawah tiap huruf ikut huruf itu, jadi nilai tepat 80 adalah A-. Sumber: Peraturan Rektor Universitas Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Program Sarjana, Pasal 38 ayat (13). Batas huruf di kampusmu bisa berbeda, jadi pedoman akademik kampusmu yang berlaku.
Rumus nilai akhir mata kuliah
Nilai akhir = (nilai tugas x bobot tugas + nilai UTS x bobot UTS + nilai UAS x bobot UAS + komponen lain) / 100, dengan bobot dalam persen dan total bobot 100.
Contoh dengan bobot tugas 30%, UTS 30%, dan UAS 40% (contoh, bukan standar): tugas 85 menyumbang 25,5, UTS 70 menyumbang 21, dan UAS 75 menyumbang 30. Nilai akhirnya 76,5. Tabel kontribusi di kalkulator menunjukkan pembagian yang sama untuk angkamu sendiri.
Bobot ditentukan dosen, bukan aturan nasional
Bobot komponen nilai ditetapkan dosen untuk tiap mata kuliah dan dicantumkan di kontrak perkuliahan atau rencana pembelajaran semester. Karena itu kalkulator ini hanya mengisi nama komponen yang umum di kampus Indonesia, yaitu UTS, UAS, tugas, praktikum, kuis, dan kehadiran, dan membiarkan bobotnya kosong. Hapus komponen yang tidak dipakai mata kuliahmu, atau tambah komponen lain seperti proyek.
Dari nilai akhir ke huruf mutu
Batas nilai angka untuk tiap huruf ditetapkan pedoman akademik kampus, jadi nilai akhir yang sama bisa jadi huruf yang berbeda. Kalkulator hanya menampilkan huruf untuk skala yang sumbernya mencantumkan rentang angka:
- Universitas Indonesia: Peraturan Rektor Universitas Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Program Sarjana, Pasal 38 ayat (13), diakses 13 Oktober 2026.
- Universitas Gadjah Mada: Sistem Penilaian Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM, diakses 13 Oktober 2026.
Skala nasional lima huruf dan skala dengan AB dan BC tidak punya rentang angka di sumbernya, jadi kalkulator tidak menebak hurufnya. Tanyakan tabel konversi ke dosen atau bagian akademik kampusmu.
Pertanyaan yang sering ditanya
- Bagaimana cara menghitung nilai akhir mata kuliah?
- Kalikan nilai tiap komponen dengan bobotnya dalam persen, bagi 100, lalu jumlahkan. Contohnya, dengan bobot tugas 30%, UTS 30%, dan UAS 40%, nilai tugas 85, UTS 70, dan UAS 75 menghasilkan 25,5 + 21 + 30 = 76,5. Bobotnya harus diambil dari kontrak perkuliahan mata kuliah itu, karena setiap dosen menentukannya sendiri.
- Berapa bobot UTS, UAS, dan tugas yang standar?
- Tidak ada komposisi standar. Bobot UTS, UAS, tugas, kuis, praktikum, dan kehadiran ditetapkan dosen untuk tiap mata kuliah dan dicantumkan di kontrak perkuliahan atau RPS. Komposisi seperti 30/30/40 atau 20/30/50 hanya contoh yang sering dipakai, bukan aturan.
- Nilai akhir 30 40 30 maksudnya apa?
- Biasanya artinya bobot tiga komponen, misalnya tugas 30%, UTS 40%, dan UAS 30%. Urutan komponennya bisa berbeda di tiap mata kuliah, jadi cocokkan dengan kontrak perkuliahan. Isi ketiga angka itu sebagai bobot di kalkulator dan totalnya akan pas 100%.
- Nilai akhir 80 dapat huruf apa?
- Bergantung pada kampus. Menurut Peraturan Rektor Universitas Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 38 ayat (13), nilai 80 adalah A- dengan bobot 3,7. Menurut halaman Sistem Penilaian Departemen Teknik Geodesi UGM, nilai 80 sudah A dengan bobot 4. Pilih skala kampusmu di kalkulator untuk melihat hurufnya.
- Kenapa kalkulator tidak menampilkan hasil saat bobot tidak 100%?
- Karena hasilnya pasti salah. Kalau total bobot 90%, nilai akhirmu terlihat lebih rendah dari seharusnya, dan kalau 110% terlihat lebih tinggi. Kalkulator menampilkan total bobotmu yang sebenarnya supaya kamu bisa mencari komponen yang salah ketik.
Mau simulasi lebih akurat?
Daftar Pintarly gratis dan dapatkan rencana belajar yang dipersonalisasi, bank soal UTBK/SNBT, dan AI Tutor 24/7.