Kalkulator Pembagian Sampel per Strata
Pembagian sampel per strata adalah cara membagi total sampel penelitian ke setiap kelompok populasi sesuai besarnya, dengan rumus ni = Ni / N x n. Strata yang berisi 30 persen populasi mendapat 30 persen sampel.
Masukkan total sampel dan jumlah populasi tiap strata di bawah. Kalkulator ini menampilkan rumus di setiap baris, membulatkan dengan metode sisa terbesar supaya totalnya persis sama dengan n, dan memberi peringatan kalau ada strata yang kebagian 0 responden. Semua perhitungan berjalan di browser, tanpa login.
Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2026
Jumlah responden yang sudah kamu tentukan, misalnya hasil rumus Slovin.
Rumus pembagian sampel per strata
Pada proportional stratified random sampling, setiap strata mendapat bagian sampel yang sebanding dengan besar populasinya. Strata yang berisi 30 persen populasi mendapat 30 persen sampel.
ni = Ni / N x n
- ni adalah jumlah sampel untuk strata ke-i.
- Ni adalah jumlah populasi strata ke-i.
- N adalah total populasi, yaitu jumlah semua Ni.
- n adalah total sampel yang sudah ditentukan sebelumnya.
Contoh perhitungan langkah demi langkah
Misalkan kamu meneliti mahasiswa satu program studi dengan total sampel 250 responden, dan populasinya terbagi ke lima angkatan.
- Jumlahkan populasi semua strata. N = 300 + 250 + 200 + 150 + 100 = 1.000.
- Hitung bagian tiap strata dengan ni = Ni / 1.000 x 250. Hasilnya masih desimal.
- Bulatkan semua hasil ke bawah. Jumlahnya 249, kurang 1 dari n.
- Berikan kekurangan itu satu per satu ke strata dengan sisa desimal terbesar. Di contoh ini Angkatan 2022 dibulatkan ke atas. Kalau ada dua strata dengan sisa yang sama, kalkulator ini mendahulukan strata yang populasinya lebih besar.
- Periksa baris total. Jumlah ni harus sama dengan n, yaitu 250.
| Strata | Ni | Ni / N x n | Dibulatkan sendiri | Sisa terbesar |
|---|---|---|---|---|
| Angkatan 2021 | 300 | 75 | 75 | 75 |
| Angkatan 2022 | 250 | 62,5 | 63 | 63 (dibulatkan ke atas) |
| Angkatan 2023 | 200 | 50 | 50 | 50 |
| Angkatan 2024 | 150 | 37,5 | 38 | 37 |
| Angkatan 2025 | 100 | 25 | 25 | 25 |
| Total | 1.000 | 250 | 251 | 250 |
Kolom "Dibulatkan sendiri" menunjukkan apa yang terjadi kalau setiap strata dibulatkan tanpa melihat strata lain: totalnya menjadi 251, bukan 250. Selisih seperti ini sering lolos di bab metode penelitian karena tidak ada baris total yang memeriksanya.
Kapan rumus ini tidak berlaku
- Ketika strata tidak saling lepas. Setiap anggota populasi harus masuk tepat satu strata. Kalau satu orang bisa masuk dua strata, N terhitung ganda dan pembagiannya salah.
- Ketika kamu sengaja ingin jumlah yang sama di setiap strata, misalnya untuk membandingkan kelompok. Itu alokasi sama rata, bukan alokasi proporsional.
- Ketika keragaman tiap strata sangat berbeda dan kamu ingin hasil paling presisi. Alokasi optimum atau alokasi Neyman memberi sampel lebih banyak ke strata yang lebih beragam, dan rumusnya membutuhkan simpangan baku tiap strata.
- Ketika ada strata yang terlalu kecil sehingga kebagian 0 responden. Rumusnya tetap jalan, tetapi strata itu hilang dari penelitian. Gabungkan strata kecil atau naikkan total sampel.
- Ketika total sampel n belum ditentukan. Pembagian per strata adalah langkah setelah n diketahui, bukan cara menentukan n.
Langkah sebelum memakai kalkulator ini
Tentukan dulu total sampel n dari total populasi dan tingkat kesalahan yang kamu pakai, misalnya dengan rumus Slovin atau tabel Krejcie dan Morgan. Setelah n diketahui, masukkan angka itu ke kalkulator di atas bersama jumlah populasi tiap strata. Alat hitung lain untuk mahasiswa ada di halaman Tools Pintarly.
Pertanyaan yang sering ditanya
- Bagaimana rumus proportional stratified random sampling?
- Jumlah sampel tiap strata dihitung dengan rumus ni = Ni / N x n, yaitu populasi strata itu dibagi total populasi, lalu dikali total sampel. Misalnya 250 sampel dibagi ke angkatan berisi 300 orang dari total 1.000 orang menghasilkan 300 / 1.000 x 250 = 75 responden.
- Kenapa total sampel per strata tidak sama dengan n setelah dibulatkan?
- Karena setiap strata dibulatkan sendiri-sendiri. Dua strata dengan hasil 62,5 dan 37,5 sama-sama dibulatkan ke atas menjadi 63 dan 38, sehingga totalnya lebih satu dari n. Metode sisa terbesar memperbaikinya dengan membulatkan semua strata ke bawah dulu, lalu memberikan kekurangannya satu per satu ke strata dengan sisa desimal terbesar.
- Apa itu metode sisa terbesar?
- Metode sisa terbesar, disebut juga metode Hamilton, adalah cara membulatkan beberapa bagian supaya jumlahnya tetap utuh. Semua bagian dibulatkan ke bawah, lalu selisihnya terhadap total dibagikan satu per satu ke bagian yang angka di belakang komanya paling besar.
- Bagaimana kalau ada strata yang kebagian 0 sampel?
- Strata yang kebagian 0 responden berarti stratifikasinya gagal untuk kelompok itu, karena tidak ada satu orang pun dari kelompok tersebut yang diteliti. Pilihannya adalah menaikkan total sampel, menggabungkan strata yang terlalu kecil dengan strata terdekat, atau memakai alokasi tidak proporsional dan menjelaskan alasannya di bab metode penelitian.
- Dari mana angka total sampel n didapat?
- Total sampel n biasanya ditentukan lebih dulu dengan rumus ukuran sampel seperti rumus Slovin atau tabel Krejcie dan Morgan, berdasarkan total populasi dan tingkat kesalahan yang dipilih. Pembagian per strata baru dilakukan setelah n diketahui.
- Apakah hasil pembagian sampel per strata boleh berupa desimal?
- Tidak, karena jumlah responden harus bilangan bulat. Hasil rumus ni = Ni / N x n hampir selalu berupa desimal, jadi perlu dibulatkan, dan pembulatannya sebaiknya memakai metode sisa terbesar supaya totalnya tetap sama dengan n.
Lagi ngerjain skripsi?
Ubah jurnal, slide, atau PDF referensimu jadi catatan dan kuis supaya bab tinjauan pustaka lebih cepat selesai. Gratis untuk mulai.