Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kepikiran nggak, kalau harga es teh turun dari empat ribu ke tiga ribu terus penjualannya naik, apakah efek kejutnya bakal sama persis kalau harganya dinaikkan lagi?
Coba kita lihat kasus pertama, saat harga turun. Harga awal empat ribu, kuantitas sepuluh ribu. Harga turun seribu, kuantitas naik lima ribu.
Sekarang kita masukkan ke rumus dasar elastisitas. Hasilnya adalah mutlak dari minus dua, yaitu dua. Ini berarti permintaannya elastis.
Nah, bagaimana kalau dibalik? Harga naik dari tiga ribu ke empat ribu. Kuantitas turun dari lima belas ribu ke sepuluh ribu. Perubahannya cuma beda tanda.
Loh, kok hasilnya beda? Pas kita hitung, elastisitasnya malah jadi satu. Padahal pergerakannya di antara dua titik yang sama!
Akar masalahnya ada di titik awal. Karena pembagi P satu dan Q satu berbeda saat arah dibalik, hasil akhirnya pasti beda.
Solusinya, kita cari nilai tengah biar adil. Rata-rata harga adalah tiga ribu lima ratus, dan rata-rata kuantitas dua belas ribu lima ratus.
Sekarang kita pakai rumus metode titik tengah. P satu dan Q satu diganti jadi P rata-rata dan Q rata-rata.
Tinggal masukkan angkanya. Hasilnya satu koma empat! Konsisten, baik harganya naik atau turun, elastisitasnya tetap sama.
Kesimpulannya, kalau kita menganalisis elastisitas di antara dua titik bolak-balik, selalu gunakan metode titik tengah agar hasilnya konsisten!