Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kebayang nggak, gimana caranya pemerintah nge-gas bangun jalan tol triliunan rupiah, tapi di saat bersamaan Bank Indonesia ngerem ekonomi pakai suku bunga tinggi, dan negara tetap stabil?
Nah, keseimbangan IS-LM itu bukan rumus gaib, melainkan aljabar dasar. Kita cuma mencari titik temu, alias titik silang, dari dua garis lurus layaknya sistem persamaan linear biasa.
Mari kita bedah kurva IS dulu, yang mewakili Pasar Barang. Misal perputaran uang di pasar barang dinyatakan sebagai Y sama dengan seribu kurangi lima puluh i. Kalau bunga naik, investasi turun.
Sekarang kurva LM alias Pasar Uang. Persamaannya berkebalikan. Misal keseimbangan uang: Y sama dengan lima ratus tambah lima puluh i. Di sini, saat bunga naik, pendapatan Y justru ikut naik.
Untuk mencari keseimbangan absolut, kita satukan kedua pasar. Y dari IS harus sama dengan Y dari LM. Kita substitusi masuk, seribu kurangi lima puluh i sama dengan lima ratus tambah lima puluh i.
Sekarang tinggal pindah ruas aljabar biasa. Kita kumpulkan i di satu sisi, seratus i sama dengan lima ratus. Maka didapat suku bunga keseimbangan, i sama dengan lima persen.
Bunga sudah dapat, sekarang hitung Pendapatan Nasional Y. Masukkan nilai i lima persen ini kembali ke persamaan IS. Y sama dengan seribu kurangi lima puluh kali lima, hasilnya tujuh ratus lima puluh.
Hati-hati jebakan ujian! Jangan langsung puas setelah dapat Y tujuh ratus lima puluh. Uji silang ke persamaan LM. Kalau lima ratus tambah lima puluh kali lima hasilnya beda, berarti hitungan bungamu salah!
Jadi, titik potong bunga lima persen dan pendapatan tujuh ratus lima puluh inilah jawaban mutlaknya. Di titik inilah gas pemerintah dan rem Bank Indonesia bertemu secara harmonis!