Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kepikiran kenapa es batu di gelas bisa menyerap panas sampai cair, tapi bensin yang terbakar justru bikin mesin motor panas banget?
Dalam kimia, aliran panas ini disebut entalpi atau delta H. Anggap saja ini saldo rekening energi. Kalau uang keluar, saldonya minus — ini eksoterm. Kalau uang masuk, saldonya plus — ini endoterm.
Nah, bayangkan saldo ini terkait dengan jumlah barang. Membakar satu potong kayu misalnya, akan membuang panas sebesar seratus Joule. Inilah persamaan termokimia.
Gimana kalau kita bakar dua potong kayu? Tentu panasnya jadi dua ratus Joule. Aturannya: jika koefisien reaksi diubah, kalikan nilai delta H dengan angka yang sama.
Sekarang Hukum Hess. Energi itu seperti rute jalan. Pergi ke sekolah lewat jalan utama sejauh satu kilometer, atau mampir warung dulu, total jaraknya tetap sama. Energi awal dan akhir selalu sama.
Kalau rutenya dibalik dari sekolah pulang ke rumah, arahnya tentu berlawanan. Jadi aturannya: jika reaksi dibalik, tanda delta H juga harus dibalik.
Untuk menghitung dengan data entalpi pembentukan, kita ibaratkan mencari selisih modal. Total harga barang jadi di produk dikurangi harga bahan baku di reaktan. Rumusnya, sigma kanan kurangi sigma kiri.
Awas jebakan soal UTBK! Jangan langsung pakai angka delta H untuk massa acak. Ingat, kalor berbanding lurus dengan jumlah mol, bukan dengan massa gram-nya.
Intinya, termokimia adalah akuntansi energi dan rute. Balik ke awal: bensin terbakar itu energi keluar atau minus, sedangkan es mencair itu energi masuk atau plus.