Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah nggak kamu ngitung sembilan belas tambah empat puluh lima tambah sebelas di otak dan ngerasa lemot, padahal kasir minimarket bisa nebak hasilnya sedetik doang?
Rahasianya ada di Sifat Komutatif atau pertukaran. Coba perhatikan, kita bisa tukar posisi empat puluh lima dan sebelas untuk mempermudah hitungan. Rumusnya, a tambah b sama dengan b tambah a.
Lanjut ke Sifat Asosiatif atau pengelompokan. Kita kurungi yang mudah, sembilan belas tambah sebelas itu tiga puluh, lalu tambah empat puluh lima jadi tujuh puluh lima. Rumus umumnya begini.
Tapi hati-hati jebakan! Ingat, sepuluh kurangi lima itu lima, tapi lima kurangi sepuluh itu minus lima. Sifat komutatif dan asosiatif HANYA berlaku untuk tambah dan kali!
Sekarang Sifat Distributif atau penyebaran. Misal menghitung lima kali dua belas. Bayangkan dua belas apel dipecah jadi keranjang sepuluh dan dua. Jadi lima kali sepuluh tambah dua.
Tinggal kita sebar angka limanya ke dalam kurung. Lima kali sepuluh tambah lima kali dua, hasilnya lima puluh tambah sepuluh sama dengan enam puluh. Ini rumus distributifnya.
Ada juga Unsur Identitas atau angka bodo amat yang nggak ngubah hasil. Tujuh tambah nol tetap tujuh, dan tujuh kali satu tetap tujuh.
Terakhir, Sifat Invers atau penetralisir, yang bikin hasilnya jadi identitas. Punya lima, utang lima, jadi nol. Punya lima dibagi lima bagian, jadi satu.
Jadi, kekuatan super kasir minimarket tadi murni karena mereka menguasai trik tukar, kelompok, dan sebar bilangan riil di luar kepala!