Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah panik saat ujian fisika karena lupa rumus jarak itu kecepatan dikali waktu atau dibagi waktu? Tenang, kamu bisa nyontek legal pakai trik bernama Analisis Dimensi!
Bayangkan kamu mengukur panjang meja, berat sekantong beras, dan durasi lari. Ketiga hal dasar ini disebut besaran pokok, yaitu Panjang, Massa, dan Waktu.
Dalam dunia fisika, konsep ini diubah ke notasi resmi menggunakan kurung siku. Panjang disimbolkan L besar, Massa disimbolkan M besar, dan Waktu disimbolkan T besar.
Besaran tunggal bisa dirangkai jadi besaran turunan. Contohnya, kecepatan lari adalah jarak tempuh dibagi waktu lari. Dimensinya gabungan, L dibagi T, ditulis L T pangkat min satu.
Hati-hati jebakan penjumlahan! Kamu nggak bisa menjumlahkan lima meter tali dengan tiga kilogram batu. Dalam dimensi, L ditambah L tetap L. Kita hanya melihat jenisnya, bukan angkanya.
Tapi untuk perkalian atau pembagian lintas dimensi, itu diizinkan! Contohnya, luas tanah adalah panjang kali lebar, dimensinya L dikali L sama dengan L kuadrat.
Sekarang mari kita buktikan teori ini. Kita cek rumus jarak sama dengan kecepatan dikali waktu. Dimensi kiri adalah L. Kanan, L T pangkat min satu dikali T, hasilnya L. Kiri sama dengan kanan, rumus valid!
Bagaimana kalau rumusnya jarak sama dengan kecepatan dibagi waktu? Dimensi kanan menjadi L T pangkat min dua, alias percepatan. Kiri dan kanan berbeda, rumus salah mutlak!
Intinya, dimensi adalah DNA penyusun besaran fisika. Analisis dimensi memastikan DNA kiri dan kanan rumus sama persis, jadi kamu bisa menebak rumus yang terlupa saat ujian!