Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah merasa nilaimu sudah di atas rata-rata kelas, tapi ternyata peringkatmu masih di bawah? Ini bisa terjadi karena rata-rata mudah tertipu nilai ekstrem. Kita butuh Median, si nilai tengah!
Bayangkan lima siswa berbaris dari yang terpendek sampai yang tertinggi. Siswa ketiga inilah mediannya, karena dia membelah kelompok tepat lima puluh persen di bawah dan lima puluh persen di atas.
Misal kamu punya lima nilai ujian: empat puluh, enam puluh, tujuh puluh, delapan puluh, dan seratus. Karena jumlahnya ganjil, nilai persis di tengah adalah tujuh puluh. Itulah mediannya.
Bagaimana kalau datanya genap? Tambah nilai sembilan puluh, jadi ada enam data. Ambil dua nilai di tengah, yaitu tujuh puluh dan delapan puluh, lalu rata-ratakan. Hasilnya tujuh puluh lima. Aturan letaknya adalah n tambah satu dibagi dua.
Awas jebakan! Jangan langsung ambil nilai tengah dari data yang acak seperti ini. Data wajib diurutkan dari yang terkecil ke terbesar lebih dulu sebelum mencari median.
Sekarang, bayangkan soal UTBK: ada empat puluh siswa dalam tabel interval nilai. Kita tidak mungkin menjejerkan angkanya satu-satu. Kita butuh cara lain untuk data kelompok.
Dari empat puluh siswa, median ada di data kedua puluh. Hitung frekuensi kumulatif untuk mencari di mana data kedua puluh bersembunyi. Ternyata ada di kelas tujuh puluh sampai tujuh puluh sembilan.
Kita mulai dari batas bawah kelas, yaitu enam puluh sembilan koma lima, lalu mencari jarak proporsional untuk mencapai orang kedua puluh. Ini rumus resminya.
Masukkan angka dari tabel. Batas bawah enam puluh sembilan koma lima, ditambah selisih data ke dua puluh dikurangi lima belas, dibagi dua belas, dikali panjang kelas sepuluh. Hasil mediannya tujuh puluh tiga koma enam.
Jadi, median menunjukkan posisi sejatimu, tepat membelah populasi kelas, mengabaikan si jenius atau si pemalas. Sekarang, rasa penasaranmu tentang peringkat terjawab sudah!