Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Bayangkan kamu pilot helikopter: apakah melempar paket bantuan sambil terbang menanjak bikin paketnya jatuh lebih jauh, atau sekadar lebih lama melayang di udara?
Mari kita hitung waktu jatuh Heli A terlebih dahulu. Karena terbang mendatar, gerak vertikalnya berawal dengan kecepatan nol dari ketinggian seratus delapan puluh meter.
Seperti benda jatuh bebas dari gedung, persamaannya y sama dengan setengah g t kuadrat. Seratus delapan puluh sama dengan lima t kuadrat. Kita dapatkan waktu A enam detik.
Sekarang cek jarak mendatarnya. Kecepatan lima puluh meter per detik dikali enam detik, hasilnya pas tiga ratus meter. Tepat sasaran!
Untuk Heli B, karena terbang miring lima puluh tiga derajat, kecepatan lima puluh meter per detik harus dipecah. Mendatarnya tiga puluh, vertikalnya empat puluh.
Mari susun gerak vertikal Heli B. Dari ketinggian seratus meter, dilempar ke atas dengan kecepatan empat puluh. Persamaannya nol sama dengan seratus tambah empat puluh t kurangi lima t kuadrat.
Dengan memfaktorkan persamaan kuadrat tadi, kita dapatkan waktu t sama dengan sepuluh detik. Heli B melayang sepuluh detik di udara.
Hati-hati jebakan logika! Banyak yang berpikir, karena melayang sepuluh detik, pasti jatuhnya lebih jauh. Berjalan lambat tapi lama bisa sebanding dengan lari cepat sekejap.
Buktikan dengan menghitung jarak mendatar Heli B. Kecepatan maju tiga puluh dikali waktu sepuluh detik, hasilnya tiga ratus meter. Jaraknya sama persis!
Kesimpulannya, paket B melayang empat detik lebih lama, tapi karena komponen kecepatan mendatarnya berkurang, keduanya menempuh jarak tiga ratus meter. Jawaban yang tepat adalah A.