Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Bayangkan kamu mengukur suhu mesin yang aslinya lima puluh derajat celcius, tapi alarm bahaya berbunyi karena layarnya menunjukkan lima puluh lima derajat—hanya gara-gara kabel sensormu terlalu panjang! Kok bisa kabel bikin suhu naik?
Mari kita hitung hambatan murni sensor tanpa kabel. Pada suhu nol derajat, hambatannya seratus ohm. Tiap naik satu derajat, hambatannya bertambah nol koma tiga delapan lima ohm.
Secara matematis, kita pakai rumus R T D. Untuk suhu lima puluh derajat, hambatannya menjadi seratus dikali satu tambah nol koma nol nol tiga delapan lima kali lima puluh. Hasilnya seratus sembilan belas koma dua lima ohm.
Tapi ingat, ada kabel yang dirangkai seri. Hambatan total yang masuk ke alat pembaca adalah hambatan sensor ditambah hambatan kabel dua ohm, menjadi seratus dua puluh satu koma dua lima ohm.
Secara grafik, alat pembaca tidak tahu ada kabel. Ia memetakan seluruh hambatan seratus dua puluh satu koma dua lima ohm ini ke garis kurva suhu. Akibatnya, titik pembacaan bergeser ke kanan, menghasilkan suhu palsu!
Mari kita hitung suhu palsu yang ditampilkan layar. Kita balik rumusnya, selisih hambatan dibagi seratus kali alpha. Dua puluh satu koma dua lima ohm dibagi nol koma tiga delapan lima, hasilnya lima puluh lima koma dua derajat celcius.
Hati-hati jebakan di opsi D! Banyak yang menganggap tambahan dua ohm itu kecil dan tidak berefek. Padahal, pada sensor ini, tiap nol koma tiga delapan ohm setara dengan satu derajat. Dua ohm itu error lebih dari lima derajat!
Jadi, hambatan total terukur menjadi seratus dua puluh satu koma dua lima ohm, dan suhu terbaca menjadi lima puluh lima koma dua derajat celcius. Jawaban yang tepat adalah A. Terbukti, kabel panjang tanpa kalibrasi bikin suhu halusinasi makin panas!