Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kepikiran kenapa garam dapur wujudnya kristal keras, air itu cair, tapi panci aluminium bisa menghantarkan panas yang bikin tanganmu melepuh? Rahasianya ada di cara atom-atom mereka saling berpegangan tangan!
Atom ingin stabil seperti Gas Mulia yang punya delapan elektron terluar. Untuk mencapainya, logam seperti natrium akan memberikan satu elektron sisa ke non-logam seperti klorin. Tarik-menarik positif-negatif ini membentuk ikatan ion.
Kalau sesama non-logam yang berikatan, mereka tidak saling memberi, melainkan patungan. Dua atom hidrogen patungan masing-masing satu elektron agar stabil seperti helium. Ini disebut ikatan kovalen.
Porsi patungan bisa bervariasi. Oksigen patungan dua pasang elektron, membentuk ikatan rangkap dua. Kadang, satu atom meminjamkan sepasang elektron gratis, seperti pada ion amonium, yang disebut ikatan kovalen koordinasi.
Hati-hati! Tidak semua molekul harus pas delapan elektron. Boron trifluorida stabil meski hanya enam elektron, dan fosfor pentaklorida stabil dengan sepuluh elektron. Ini pengecualian aturan oktet.
Patungan elektron juga bisa berat sebelah. Pada hidrogen klorida, klorin lebih rakus menarik elektron, membuatnya agak negatif. Ini disebut ikatan kovalen polar.
Berbeda dengan logam! Di dalam batang besi, ion positif berenang di lautan elektron bebas. Lautan elektron inilah yang membuat logam lentur dan bisa menghantarkan listrik.
Jadi, kerasnya garam karena tarik-menarik ion, cairnya air karena patungan elektron polar, dan panasnya panci karena lautan elektron logam yang bebas bergerak!